EQUITYWORLD FUTURES – Presiden pertama Soekarno rupanya menjadi sosok panutan bagi Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Mantan capres itu bahkan menilai Bung Karno sebagai seorang kesatria yang harus dijadikan panutan.

Prabowo menilai Bung Karno sebagai sosok yang mencintai bangsa dan negaranya sepenuh hati. Bung Karno tak mau menjadi antek asing dan mau Indonesia menjadi bangsa yang berdiri di atas kakinya sendiri.

Dalam status Facebooknya kemarin, Prabowo mengaku baru mendapatkan foto Bung Karno menunggang seekor kuda di upacara Hari Angkatan Perang yang pertama dari Arsip Nasional Republik Indonesia. Prabowo sepertinya begitu terkagum-kagum melihat foto Bung Karno menunggangi seekor kuda.

Maklum saja, Prabowo selama ini dikenal sebagai pecinta kuda. Mantan Danjen Kopassus itu sangat gemar menunggang kuda.

Namun, bukan berarti Bung Karno dan Prabowo memiliki hobi yang sama menunggangi kuda. Berikut ulasannya.

1. Bung Karno tak pernah mimpi naik kuda

Presiden Soekarno pertama kali menunggang kuda pada 5 Oktober 1946. Saat itu Angkatan Perang Indonesia (saat ini TNI) hendak merayakan ulang tahunnya yang pertama.

Saat itu sangat penting bagi Indonesia untuk menunjukkan eksistenti keberadaannya kepada dunia. Salah satunya adalah menunjukkan Indonesia memiliki tentara yang kuat dan siap mempertahankan negara dari siapa pun.

Maklum saja saat itu Indonesia baru satu tahun merdeka dan Belanda masih berusaha untuk menduduki tanah air dengan berbagai cara.

Bung Karno lantas menginstruksikan Panglima Besar Tentara Keamanan Rakyat Jenderal Sudirman menggelar upacara militer di alun-alun kota Yogyakarta dengan megah. Dalam upacara itu, Bung Karno diagendakan melakukan inspeksi pasukan dengan menggunakan kuda.

Namun yang menjadi persoalan, Bung Karno tidak pernah menunggang kuda. Sang istri, Fatmawati pun kala itu khawatir.

“Jadi bagaimana caranya,” tanya Fatma.

Bung Karno menjawab, “Pertama, aku hendak menghadapi kenyataan bahwa aku orang yang pelagak? Aku akan belajar naik kuda,” jawab Bung Karno.

“Kan pawainya besok?” tanya Fatma.

“Ya aku akan belajar dalam satu hari,” kata Bung Karno.

Bung Karno akhirnya belajar menunggang kuda kepada seorang perwira kavaleri yang ditugaskan khusus mengajarinya.

2. Bung Karno minta kuda tua dan jinak

Bung Karno pertama kali belajar menunggang kuda kepada seorang perwira kavaleri. Bung Karno hanya punya waktu satu hari untuk belajar dan harus tampil menunggang kuda dalam inspeksi pasukan di hari ulang tahun Angkatan Perang Indonesia (saat ini TNI) pada 5 Oktober 1946.

Dalam hati Bung Karno ternyata memiliki rasa cemas dan khawatir. Apa jadinya jika saat menunggang kuda di hari HUT Angkatan Perang Indonesia, Bung Karno malah justru terjatuh atau terpental dari punggung kuda.

Alhasil, di akhir sesi latihan Bung Karno meminta perwira kavaleri yang mengajari memberinya kuda yang tua dan jinak saat inspeksi pasukan nanti.

“Untuk pawai besok, berilah saya kuda yang paling lunak, paling tua, paling jinak dan hampir mendekati kematiannya,” kata Bung Karno.

Namun, sang perwira menolak. Menurutnya, Presiden Soekarno tidaklah pantas menunggangi kuda tua yang bakal segera mati.

“Tidak Pak. Tidak pantas untuk Bapak (menunggangi kuda tua dan lemah). Kuda yang disediakan harus yang muda dan garang. Dia harus memperlihatkan semangat tempur yang menyala-nyala, dan kuda yang terbaik dari seluruh kelompok,” jawab perwira kavaleri itu.

Singkat cerita, Bung Karno keesokan harinya sukses menunggangi kuda muda dan garang saat inspeksi. Seluruh teori berkuda yang diajarkan oleh sang perwira kavaleri sukses diterapkan oleh Bung Karno. Alhasil, si kuda pun manut sesuai perintah sang kesatria penunggangnya.

3. Prabowo punya banyak kuda

Prabowo Subianto sudah lama dikenal sebagai pecinta kuda. Dalam sejumlah momen mantan Pangkostrad ini kerap terlihat menunggangi kuda kesayangan yang dimilikinya.

Tak cuma satu kuda, Prabowo kabarnya memiliki kuda hingga puluhan ekor. Kuda-kuda miliknya dirawat dengan baik di Nusantara Polo Club (NPC) yang berada di Jagorawi Golf and Country Club, Bogor.

Di tempat itu ada dua buah kandang kuda. Masing-masing kuda dirawat dengan baik dengan petugas yang berbeda.

Saat kampanye Partai Gerindra di Pileg 2014 lalu di Stadion Gelora Bung Karno, Prabowo juga muncul dengan menunggang kuda berwarna cokelat. Kuda itu terlihat tinggi besar begitu gagah dan menawan.

4. Kuda Prabowo ada yang Rp 3 miliar

Prabowo memang dikenal sebagai pencinta kuda. Di rumahnya di Hambalang, Bogor, Prabowo memiliki puluhan kuda impor.

Dari sekian banyak kuda mantan Danjen Kopassus itu, ada yang harganya mencapai Rp 3 miliar per ekor. Kuda ini juga pernah dipamerkan pada kampanye Partai Gerinda di Stadion GBK pada masa kampanye Pemilu Legislatif 2014 lalu.

Bahkan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) pernah diajak Prabowo bersama-sama menunggang kuda. Saat itu Ical tengah mengunjungi rumah Prabowo.

Kuda milik Prabowo itu jenis unggulan yang disebut Lusiano. Menurut informasi, kuda-kuda itu termasuk kuda kategori Equestrian. Kuda jenis itu memiliki kemampuan akrobatik.

Tidak hanya mampu seperti kuda pacuan yang dipakai berlomba dan menjadi alat bantu atlet yang berlari dan melompati halang rintang, seekor Lusiano bisa menunjukkan sikap sopan. Kuda jenis ini sering dipakai di arena sirkus.