EQUITYWORLD FUTURES – Berkat jaringan internet, kini ada banyak cara untuk mengirim file foto digital secara instan, entah melalui e-mail, layanan cloud storage, atau tagging di media sosial.

Bagaimana keadaannya dulu, di dekade 70-an ketika jaringan internet dan file digital yang kita kenal sekarang masih belum dilahirkan, apakah foto bisa juga dikirim dari jarak jauh?

Ternyata bisa!

Caranya, sebagaimana dirangkum Nextren dari PetaPixel, Senin (27/7/2015), adalah dengan memakai alat khusus yang bernama “photo transmitter”. Alat ini biasa dipakai wartawan di era itu untuk mengirim foto.

Untuk memakai photo transmitter yang namanya secara harfiah berarti “pengirim foto”, penggunanya pertama-tama harus menaruh lembaran foto tercetak di sebuah drum khusus di alat itu.

Drum tersebut lantas akan berputar untuk memindai foto, baris demi baris, mirip cara kerja scanner masa kini. Hasilnya adalah sinyal analog yang kemudian ditransmisikan lewat jaringan telepon.

Teknik ini dikenal dengan nama Wirephoto dan sebenarnya sudah ada sejak awal abad ke-20 lewat alat  Belinograph, temuan seorang inventor bernama Adouard Belin.

Associated Press mengirim foto pertama lewat Wirephoto pada 1 Januari 1935, genap 80 tahun yang lalu.

Associated Press Foto pertama yang dikirim secara jarak jauh lewat Wirephoto, oleh Associated Press, menggambarkan reruntuhan sebuah pesawat yang jatuh di pepohonan di daerah Morehousville, New York, AS

Jangan bayangkan proses Wirephoto secepat menunggah jepretan smartphone ke medsos, karena selembar foto hitam-putih saja butuh waktu 8-9 menit untuk selesai dipindai.

Waktu pemindaian foto berwarna lebih lama lagi, hampir mencapai setengah jam. Meski demikian, Wirephoto masih jauh lebih cepat ketimbang mengirim lembaran gambar secara manual lewat kurir, pos, atau cara lain yang bisa memakan waktu berjam-jam, kalau bukan hitungan hari.