EQUITYWORLD FUTURES – Mulai hari ini, PT Transjakarta menggratiskan tarif bus transjakarta bagi pelajar yang memiliki Kartu Jakarta Pintar (KJP). Namun, pantauan di beberapa halte transjakarta, belum banyak siswa yang memanfaatkan fasilitas tersebut.

Misalnya di Halte Dukuh Atas 2. Dari banyak siswa yang naik di halte tersebut, hanya satu siswa yang menggunakan KJP-nya. Begitu juga di Halte Halimun dan Halte Manggarai.

“Belum banyak yang pakai dari pagi tadi. Ini saja baru satu,” kata Rizal (30), petugas transjakarta di halte Manggarai, Senin (24/8/2015) pagi.

Menurut Rizal, siswa yang naik dari halte Manggarai tidak terlalu banyak. Berbeda dengan siswa yang turun. Ini mungkin yang menyebabkan hanya sedikit siswa yang terdata menggunakan KJP untuk naik transjakarta gratis.

Rizal menduga, banyak anak sekolah yang tidak tahu soal program ini. Para pemegang KJP juga, kata dia, mungkin segan menggunakan kartu tersebut karena takut mekanismenya rumit.

“Mungkin pada mau buru-buru, jadi malas ribet-ribet. Padahal enggak terlalu sulit sih,” kata Rizal.

Program “naik transjakarta gratis bagi pemegang KJP” memang masih menggunakan sistem manual. Sistem itu dengan beberapa mekanisme, yakni pemegang KJP harus memiliki KJP dan kartu pelajar sesuai namanya dengan KJP tersebut.

Kemudian, pemegang KJP harus mengenakan seragam sekolahnya. Pihak PT Transjakarta juga hanya menyediakan layanan gratis transjakarta pada jam berangkat dan pulang sekolah, yakni pukul 05.00-07.00 WIB dan 12.00-18.00 WIB.

Ke depannya, PT Transjakarta akan bekerjasama dengan Bank DKI selaku bank penerbit KJP agar para pemegang KJP dapat melakukan tapping secara elektronik di halte transjakarta.

Untuk dapat melaksanakan hal tersebut, kata dia, diperlukan jenis kartu combo yang membutuhkan sistem dan jaringan teknologi baru yang saat ini sedang dibangun oleh Bank DKI.