EQUITYWORLD FUTURES – Menteri-menteri kabinet kerja Jokowi-JK belum genap dua pekan menjalankan tugas. Selama itu pula sejumlah menteri rajin melakukan blusukan ke pelbagai tempat yang menjadi tanggung jawabnya.

Presiden Joko Widodo memang menginstruksikan anak buahnya untuk rajin turun ke lapangan melihat sendiri fakta dan persoalan yang ada. Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri melakukan sidak ke penampungan TKI ilegal, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan blusukan ke Bandara Soekarno Hatta dan Pelabuhan Tanjung Priok, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono blusukan ke lahan tol Cimanggis-Nagrak, Menteri Perdagangan Rachmat Gobel sudah dua kali blusukan ke pasar.

Yang juga tak kalah menarik adalah sepak terjang Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Dalam kurun waktu dua pekan ini Susi sibuk melakukan diskusi dan pertemuan dengan banyak pihak. Mulai dari pengusaha yang tergabung dalam Kadin, menemui pimpinan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) hingga menggelar pertemuan dengan para duta besar.

Sejak duduk menjadi orang nomor satu di kementerian kelautan dan perikanan, Susi banyak bicara soal bobroknya kondisi pengelolaan sektor ini. Sektor kelautan dan perikanan kini jadi sektor andalan pemerintahan Jokowi-JK sebagai bagian dari sektor maritim.

Susi pun mulai membangga-banggakan kinerjanya selama menjadi anak buah Presiden Jokowi. Merdeka.com mencatatnya. Berikut paparannya.

1. Dibeking Jokowi

 

Sejak ditunjuk menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti kerap melontarkan pernyataan bernada keras. Terutama soal kuasa asing di sektor kelautan dan perikanan nasional.

Berulang kali Susi menyampaikan bakal membuat kebijakan agar negara lain tidak semena-mena mengeruk kekayaan laut Indonesia. Dia mengaku tidak gentar karena kebijakannya diklaim demi kepentingan bangsa dan negara.

Satu hal yang membuat Susi tidak gentar adalah dukungan dari orang nomor satu negeri ini yakni Presiden Joko Widodo. “Kan Pak Presiden dukung saya. Siapa yang lebih besar dari Presiden?,” ujarnya sat ditemui di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (5/11).

Susi merasa sangat lega karena kebijakannya didukung langsung oleh Presiden Joko Widodo. Jokowi disebut akan membantu dan memenuhi semua kebutuhan KKP. “Semua yang KKP butuhkan Presiden Jokowi setujui, itu janji beliau. Kami sebelumnya khawatir ada intervensi ternyata dia (Jokowi) mendukung. Apapun yang kami butuhkan di support penuh,” kata Susi.

2. Dibebaskan Jokowi ubah aturan kelautan

 

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti datang menemui Presiden Joko Widodo sejak pagi tadi. Meski datang mulai pukul 09.30 WIB, namun pertemuan baru bisa dilakukan setelah Jokowi selesai menunaikan ibadah salat Jumat.

Kepada Jokowi, Susi mengungkapkan niatnya untuk mengubah beberapa peraturan menteri yang dianggapnya bertentangan. Setelah menerangkan niatnya, Susi mengaku dapat lampu hijau dari Jokowi.

“Tadi bapak boleh bilang, semua boleh diubah demi lebih baik,” ungkap Susi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (31/10).

3. Menteri pertama yang ditemui para dubes

 

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti senang menjadi anggota kabinet kerja pertama yang dikunjungi oleh para dubes negara sahabat. Menurut Susi, itu dilontarkan oleh Duta Besar Amerika Serikat Robert O. Blake dan Duta Besar Kanada untuk Indonesia Donald Bobiash.

Atas dasar itu, Susi tidak sungkan untuk meminta komitmen negara adidaya tersebut untuk mendukung Indonesia mengelola perikanan dan kelautan secara berkelanjutan.

“Bagus sekali kan. Dan dia bilang ini menteri pertama yang dikunjungi. Jadi dia punya respon sangat baik,” ucap Susi di kantornya, Jakarta, Kamis (6/11).

Kepala Pusat Analisa kerjasama antar negara, Anang Noegroho membenarkan kalau dubes Kanada yang berkukuh ingin bertemu dengan Susi. Kanada ingin menyampaikan perkembangan kerjasama selama ini serta menyampaikan gagasan dalam teknologi pendugaan ikan.

“Dubes Kanada meminta hadir untuk bertemu dengan Ibu kan bahwa ibu merupakan menteri pertama dalam kabinet Kerja yang ditemui oleh Duta Besar Kanada. Jadi Kanada menyampaikan perkembangan dari kerjasamanya selama ini dan dia fokus di Sulawesi lalu dia fokus kepada komoditas rumput laut dan dia jg menyampaikan gagasan bagaimana mengembangkan kerja sama di bidang pendugaan stok ikan yang kita memang juga butuhkan itu,” ucapnya.

4. Aturan moratorium kapal asing selesai

 

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti menepati janjinya untuk moratorium atau melarang izin baru untuk kapal asing di Indonesia. Draft Keputusan Menteri (Kepmen) mengenai aturan ini sudah ditandatangani Kementerian Hukum dan HAM.

Susi terlihat senang dan bangga dengan kabinet kerja yang bisa menyelesaikan urusan dengan cepat. Bahkan di luar perkiraanya. Hari ini kita ada berita baik, Menkumham sudah tandatangani moratorium. “Iyah dong kita enggak harus menunggu dua tahun, ini baru kabinet kerja namanya,” kata Susi di Kantornya, Jakarta, Kamis (6/11).