Samsung kelihatannya suka menambahkan hal-hal yang berbau ‘transeksual’ untuk ditambahkan ke gadget buatannya. Terbukti, setelah sebelumnya bereksperimen dengan phablet, kini mereka menjual ponsel kamera.

Samsung telah berhasil mengawinkan sebuah lensa 10x optical zoom dengan sebuah smartphone yang akhirnya menjadi Galaxy K Zoom.

Galaxy K Zoom memang ditujukan untuk pengguna smartphone yang mengidamkan kamera saku di saat yang sama. Dengan lensa berkekuatan 20,7 megapiksel, gambar yang dihasilkan pun setara dengan Galaxy Camera yang jauh lebih mahal dan canggih.

Karena pada dasarnya Galaxy K Zoom adalah smartphone, maka pembeli akan mendapatkan sebuah ponsel pintar dengan layar Super AMOLED 4,8 inchi dengan resolusi standar 720p, rasio 16:9. Untuk sebuah ponsel kamera seharga USD 700 atau sekitar Rp 8,2 juta, Samsung seharusnya sudah bisa menghadirkan layar dengan resolusi 1080p.

Jeroan Galaxy K Zoom bersenjatakan prosesor ‘fusion’ Cortex-A7 quad-core 1,3GHz dengan prosesor Cortex-A15 dual-core 1,7GHz plus RAM sebesar 2GB untuk proses foto yang lebih cepat. Tak lupa, Samsung menambahkan 8GB memori internal untuk menyimpan ribuan hasil foto, bisa juga ditingkatkan hingga 64GB.

Berjalan dengan Android KitKat 4.4.2, Galaxy K Zoom mempunyai fitur fotografi unggulan seperti Panorama, HDR, kamera malam, Continous Shot, hingga Selfie Alarm yang bisa secara otomatis memotret saat dihadapkan pada pose ‘selfie’. Untuk lebih mudahnya, terdapat panel “Manage Mode” untuk memilih saat kita ingin memotret foto macro, sunset, dan kid shot.

Sayangnya, Galaxy K Zoom menghabiskan baterai lebih cepat dari kebanyakan smartphone akibat fitur kamera yang diadopsinya. Apalagi, hasil kamera dari ponsel kamera ini ternyata mempunyai kualitas yang tak konsisten. Konsumen pun banyak yang komplain akibat terbatasnya akses saat ingin memotret dengan cara manual, Engadget (7/6).