EQUITYWORLD FUTURES – Ikatan Motor Indonesia (IMI) telah rampung menyusun rangkaian nama-nama pengurus oraganisasi olahraga otomotif, periode 2015-2019. Sang Ketua Umum IMI Sadikin Aksa berharap seluruh anggotan mampu mengoptimalkan potensi serta membawa induk organisasi ini menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia.

Sebagai usaha untuk merealisasikan program 3C (Change, Communication, Clear) Sadikin menempatkan orang-orang yang dianggap mampu memahami konsep tersebut. Baik dalam melakukan perubahan dengan meningkatkan komunikasi internal maupun eksternal dan transparansi.

“Kami berkomitmen untuk menjalankan konsep 3C dalam masa kepengurusan ini. Tetapi semuanya perlu proses, oleh karena itu kami akan memulainya dengan mengkombinasikan program yang sudah dijalankan sebelumnya dan secara bertahap melakukan penyesuaian melalui Optimalization (2016 – 2017) dan Excellence (2018 – 2019),” ujar Sadikin dalam keterangan resminya, Senin (1/2/2016).

Sadikin melanjutkan, yang paling penting saat ini adalah memastikan program-program yang sudah direncanakan untuk dilaksanakan di 2016 pada kepengurusan sebelumnya dapat berjalan dengan optimal. Baik itu untuk roda dua, roda empat, wisata,  kesekretariatan serta organisasi.

Nama-nama seperti Ahmad Sahroni, H. Sutarto dan, Medya Saputra masuk dalam daftar kepengurusan IMI. Selain itu terdapat tokoh lain yang dianggap memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan, seperti Poedio Oetojo yang menjadi Kabid Olahraga Mobil serta Jeffrey JP sebagai Sekjen. Secara struktur ke depan, organisasi IMI nantinya memiliki sedikit perbedaan dengan sebelumnya.

“Kami membuat struktur baru ini agar roda organisasi dapat berjalan lebih baik, lebih efektif dan efisien serta berafiliasi dengan struktur FIA. Semua pengurus tahu apa hak dan kewajibannya, sehingga tidak terjadi tumpang tindih atau overlaping,” kata Sadikin.

Selain itu, lanjut Sadikin, IMI akan memasukan profesional yang akan menjadi “karyawan” di IMI. Merekalah yang akan menjadi pelaksana harian di IMI. Harapannya struktur baru ini dapat bekerja dengan baik.

”Tetapi kami tetap mengharapkan bantuan dan dukungan seluruh pelaku dan juga penggemar otomotif di Indonesia, untuk bersama-sama memajukan olahraga otomotif di Indonesia, sehingga para atlet Indonesia juga bisa bersaing di level internasional,” ujar Sadikin.