Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengingatkan semua institusi yang berada di wilayah Indonesia untuk menggunakan mata uang rupiah sebagai alat transaksi. Sebab, sejauh ini masih ada beberapa perusahaan atau di daerah tertentu yang menggunakan mata uang asing sebagai alat transaksi keuangan.

“Kita tahu ada UU mata uang, untuk melakukan transaksi antara residen Indonesia di Indonesia harus dilakukan dengan mata uang Rupiah, transaksi perbatasan masih valuta asing,” katanya usai nota kesepahaman antara BI dan Kepolisian, Senin (1/9).

Bank sentral berjanji meningkatkan sumber daya manusia serta sosialisasi agar Rupiah jadi tuan rumah di negeri sendiri. Kalau kemudian terjadi pelanggaran, pihaknya meminta penegak hukum untuk tidak segan menindak.

“Kita mengetahui dalam UU itu, harus dipahami dan patuh. Kalau seandainya yang terjadi pelanggaran dan pidana, nanti akan diambil tindakan oleh aparat penegak hukum,” katanya.

Kapolri Jenderal Sutarman secara tegas menyatakan kesiapannya melaksanakan kewenangannya sesuai yang diatur undang-undang nomor 7 tentang mata uang. “Perusahaan atau apapun jasa dan lainnya, harus menolak pembayaran di luar Rupiah. Kalau menolak Rupiah ada sanksi dan lain-lainnya,” katanya.