Polda Metro Jaya membuat pos pantau untuk meningkatkan keamanan masyarakat ibu kota. Pos pantau akan diisi oleh Brimob yang menggunakan senjata laras panjang.

Selain Brimob, menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto menyatakan bahwa pos pantau juga berisi Polantas dan Sabhara. Program ini bertujuan untuk mendekatkan polisi dengan masyarakat.

“Di setiap pos pantau ada Polantas, Sabhara, dan Brimob bersenjata. Kebijakan ini untuk menghadirkan polisi di tengah-tengah masyarakat,” kata Kombes Pol Rikwanto di Mapolda Metro Jaya Jakarta, Selasa (30/9).

Menurutnya polisi yang ditempatkan di pos pantau ditugaskan untuk melakukan tindakan awal jika terjadi kejahatan. Kehadiran mereka pun diharapkan mampu menekan kejahatan yang terjadi di masyarakat.

“Jika ada kejadian maka mereka yang bergerak duluan. Kehadiran polisi-polisi ini sebagai efek pencegahan,” terang dia.

Lanjut dia, adanya Brimob bersenjata di pos pantau merupakan perintah Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Unggung Cahyono. Hal itu guna melindungi polisi agar mampu melayani masyarakat dengan maksimal.

“Prinsip kapolda, anggota yang bertugas harus dilayani. Dia harus bekerja dengan aman (alasan bersenjata) dan nyaman seterusnya dia melayani masyarakat,” ujar dia.

Masih menurutnya, senjata tersebut boleh digunakan saat mendesak. Tidak menutup kemungkinan kehadiran polisi malah dijadikan sasaran kejahatan.

“Kalau mengancam jiwa dan harus digunakan, ya digunakan. Bukan tidak mungkin ada yang tidak suka dengan kehadiran petugas dan menjadikan sasaran,” pungkas dia.