EQUITYWORLD FUTURES – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan bahwa sejumlah wilayah di Indonesia mengalami kondisi kekeringan dengan rata-rata curah hujan kurang dari 100 milimeter per bulan.

“Bahkan di Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) curah hujan kurang dari 50 mm,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta, Senin (29/6/2015).

Ia menambahkan, wilayah Jawa, Bali, NTB, NTT, Papua bagian Selatan, Maluku bagian Selatan dan sebagian Sulawesi Selatan kondisinya kering.

“Beberapa daerah telah mengalami kekeringan seperti Purbalingga, Gunungkidul, Wonogiri, Tuban, Bojonegoro, Boyolali, Lombok Utara dan NTT,” katanya.

Sebagian besar wilayah di Sumatera, tambah dia, juga kondisinya kering hingga sedang.

“Menurut BMKG, musim kemarau akan mencapai puncak pada September mendatang,” katanya.

Ia menambahkan, kondisi cuaca yang makin kering dapat meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan khususnya di wilayah Sumatera.

Pada Minggu (28/6), satelit Modis memantau 207 titik api di Sumatera, dimana 71 titik api berada di Riau.

“Berdasarkan pola titik api tahun 2006 hingga 2014 di Sumatera dan Kalimantan, jumlah titik api akan terus meningkat hingga Oktober mendatang,” katanya.

Puncak titik api, tambah dia, akan terjadi pada September.

“Semua unsur baik pemerintah, pemda, dunia usaha dan masyarakat agar selalu mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan,” katanya.