EQUITYWORLD FUTURES – Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) bekerja sama dengan PT Sucofindo meluncurkan layanan elektronik pembayaran pungutan dana sawit.

Itu bertujuan untuk menjamin akuntabilitas, dan memberikan kemudahan para eksportir untuk membayar dana pungutan sawit.

Direktur Utama BPDPKS Bayu Krisnamukti menjelaskan pungutan sawit tidak hanya digunakan untuk menstabilisasi harga sawit dan diversifikasi energi, tapi juga mendukung program replanting (peremajaan) petani sawit kecil.

“Layanan elektronik ini merupakan komitmen BPDPKS dalam menjamin akuntabilitas, kemudahan, dan kepastian,” ujar Krisna dalam peluncuran layanan elektronik pungutan dana sawit, di Gedung Dhanapala, Jakarta, Kamis (26/5/2016).

Bayu menuturkan, dalam layanan elektronik nantinya dana sawit akan dipungut melalui sistem secara online.

Sehingga eksportir bisa membayarkan pungutan dana sawit tanpa harus datang ke kantor BPDPKS.

“Dalam layanan ini eksportir maupun pemerintah juga dapat melihat langsung pembayaran yang telah dilakukan,” pungkasnya.

Pungutan dana sawit secara online juga dapat dukungan dari tiga bank yaitu Bank Mandiri, Bank BRI, dan Bank BNI.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan Marwanto Harjowiryono mengatakan era teknologi informasi adalah suatu yang tidak bisa dihindari.

Sehingga, Marwanto menyambut baik dengan adanya layanan elektronik pemungutan dana sawit.

“Teknologi informasi layanan ini juga sejalan dengan kebijakan nasional dalam tingkatkan kecepatan akurasi dan akuntanbilitas dalam pugutan dana sawit,” tutur Marwanto.