EQUITYWORLD FUTURES – Kondisi jalan yang padat dan lalu lintas yang semrawut seperti sudah menjadi menu sehari-hari bagi para pengemudi mobil dan pengendara sepeda motor di Ibu Kota. Rutinitas ini, tetap harus dihadapi meski bagi sebagain besar warga tengah menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan.

Tidak bisa dipungkiri, berpuasa membuat kondisi fisik cenderung lebih mudah terkuras. Situasi ini berujung pada menipisnya konsentrasi di jalan. Apalagi jika emosi kadang ikut berkuasa, justru berpotensi membuat perjalanan sehari-hari jadi tidak aman dan jauh dari nyaman.

Bintarto Agung, Executive Director dan Chief instructor of Indonesia Defensive Driving Centre (IDDC) mengatakan, ada keselarasan antara ibadah puasa dan menjaga perilaku santun di jalan. Salah satu pantangan yang wajib di jaga saat berpuasa adalah menjaga hawa nafsu dan emosi.

Daripada harus kehilangan konsentrasi, sambil berpuasa lebih baik menjaga level kesabaran jadi lebih tebal. Lewat prilaku santun di jalan, maka berkendara akan terasa lebih aman dan nyaman.

“Ini bulan penuh berkah, sebaiknya kita bisa menerapkan kesabaran jadi lebih teruji di jalan dalam keseharian berkendara. Kunci utamanya sabar, tidak mudah terprovokasi dengan keadaan sekitar, sehingga mampu menjaga emosi diri dengan baik di jalan,” ujar Bintarto kepada KompasOtomotif, Kamis (18/6/2015) malam.

Ghulam Muhammad Nayazri/Otomania Defensive Driving yang diselenggarakan Hyndai bersama IDDC di Cibubur, Rabu (10/6/2015)

 

Positif

Dengan menjalankan ibadah puasa sepenuh hati, maka kesabaran seseorang biasa terjaga. Menjaga kesabaran di jalan, maka sifat temperamental dan emosional tidak muncul.

“Misalnya kita lagi jalan, lantas dipotong sama orang lain. Kalau kita temperamental pasti langsung marah. Sialan! Dengan berpuasa, kita akan terhindar dari emosi, justru munculkan pikiran positif terhadap orang yang memotong tadi. Mungkin, dia ngebut karena ada urusan yang mendadak,” ujar Bintarto, mencontohkan.

Jika hati sudah diselubungi oleh emosi, biasanya seseorang bisa melakukan tindakan yang diluar sadar. Terburuk, sampai tak bisa mengendalikan diri melakukan sesuatu yang justru membahayakan dirinya sendiri atau orang lain yang berkendara dengannya. Jadi, berlatih kesabaran lewat puasa, akan membuat aktivitas di jalan jadi lebih aman.