Bupati Tapanuli Tengah, Bonaran Situmeang, hari ini akhirnya datang ke Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi buat menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus dugaan suap sengketa pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Tapanuli Tengah di Mahkamah Konstitusi. Dia berkilah ihwal alasan ketidakhadirannya dalam pemeriksaan sebagai tersangka beberapa waktu lalu.

Kepada awak media di Gedung KPK, Jakarta, Senin (6/10), Bonaran mengatakan dia tidak hadir dalam panggilan pertama sebagai tersangka lantaran sedang membahas Anggaran Pendapatan Belanja Daerah. Akibat halangan itu, dia mengaku sudah membuat dan mengirimkan surat pemberitahuan ketidakhadirannya kepada lembaga penegak hukum itu.

“Kalau saya terlambat membahas maka pegawai tidak gajian, maka itu harus diprioritaskan. Saya membuat surat tanggal 25 September. Saya sudah memohon, saya akan datang pada panggilan berikutnya. saya tidak mangkir, saya juga melaksanakan tugas kenegaraan,” kata Bonaran.

Saat disinggung ihwal keterangan Juru Bicara KPK, Johan Budi, beberapa waktu lalu menyatakan dia tidak hadir tanpa keterangan, Bonaran merasa bingung. Dia berkeras sudah mengirim surat pemberitahuan.

“Tidak benar, kecuali administrasi di dalam kacau. Saya 26 September sudah menyurati KPK. Kalau mangkir itu tidak datang tidak ada kabar, kalau ini (surat) tidak sampai ke JB atau pimpinan bukan salah saya,” sambung Bonaran sambil bersungut.