EQUITYWORLD FUTURES – Perusahaan makanan cepat saji asal Amerika, Burger King, mengatakan akan menghilangkan minuman bersoda (soft drink) dari menu untuk anak. Keputusan itu diambil karena desakan untuk mengurangi kadar pemanis dalam minuman soda yang diminum anak.

Mengikuti pesaingnya McDonald’s, Burger King mengatakan menu anak-anak di gerainya akan terdiri dari jus apel, susu tanpa lemak, atau susu cokelat rendah lemak.

“Kami sudah menghapus mesin minuman soda dari papan menu anak dan itu juga tak lagi jadi bagian dari hadiah untuk menu anak,” kata perusahaan tersebut dalam pernyataannya.

The Center for Science in the Public Interest, salah satu kelompok advokasi pola makan sehat untuk anak, mendukung keputusan Burger King, yang melayani sekitar 11 juta orang setiap harinya di 13.000 restoran dan outlet di seluruh dunia.

“Soda dan minuman manis memicu diabetes, kerusakan gigi, obesitas, bahkan penyakit jantung. Seharusnya minuman itu tak ada dalam menu untuk anak kecil. Kami memuji Burger King untuk mengambil langkah ini dan berharap cabang-cabagnya juga mengikuti,” katanya.

McDonalds juga telah melakukan langkah serupa di tahun 2013, sementara restoran cepat saji lainnya, Wendy’s juga melakukannya di bulan Januari tahun ini.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga telah menyerukan untuk pengurangan konsumsi gula tambahan dalam makanan, terutama dalam minuman. Menurut WHO, orang dewasa dan anak harus mengurangi asupan gula sekitar 10 persen dari asupan energi harian.

“Pengurangan gula di bawah 5 persen atau sekitar 25 gram (6 sendok teh) perhari akan memberi manfaat menyehatkan,” katanya.