Front Pembela Islam (FPI) menggelar aksi unjuk rasa di depan Balaikota DKI Jakarta, Jumat (3/10) lalu. Mereka menolak Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dilantik jadi gubernur DKI Jakarta.

Aksi FPI kemudian memanas. Mereka terlibat aksi saling dorong dengan polisi yang berjaga. Situasi makin ricuh, FPI juga kemudian melempari petugas dengan batu hingga beberapa polisi terluka.

Polisi menemukan samurai, batu bahkan kotoran kuda yang disiapkan FPI untuk berunjuk rasa.

Buntut kericuhan itu, ribuan polisi bersenjata lengkap mengepung markas FPI di Jl Petamburan III, Jakarta Pusat.

Polisi menetapkan 21 tersangka dalam kericuhan tersebut. Namun beberapa tersangka yang masih anak-anak tak ditahan.

Polisi juga menetapkan Habib Novel Bamukmin sebagai buronan. Pentolan FPI ini adalah koordinator aksi demo ricuh tersebut. Dia akhirnya menyerahkan diri ke Polda Metro, Rabu (8/10) kemarin setelah buron lima hari.

Uniknya selama jadi buron, rupanya Novel bersembunyi tak jauh dari Polda Metro Jaya.