EQUITYWORLD FUTURES – Tanpa rasa curiga seorang pengumpul barang rongsok bernama Sri Lestari (39) mendapatkan sepucuk senjata api dan ratusan butir peluru yang dibelinya dari buruh bangunan yang ditemuinya. Kejadian tersebut diketahui anaknya, Zaenal Abidin (18), yang kemudian mengunggah temuan tersebut ke situs jejaring sosial.

Mengetahui informasi tersebut jajaran polisi sektor Prambanan mendatangi rumah Sri Lestari. Polisi kemudian mengamankan senjata api FN beserta amunisinya.

Kapolsek Prambanan Kompol Khundori saat dikonfirmasi membenarkan perihal temuan tersebut.

Kejadian itu bermula saat Sri Lestari tengah mencari rongsok dengan mengitari wilayah Yogyakarta, Jumat (6/3/2015). Sesampainya di proyek pembangunan perumahan depan LPP Yogyakarta, dia diberhentikan oleh salah seorang buruh di sana yang menawari untuk membeli tembaga dan besi milik buruh tersebut.

“Pekerja bangunan tersebut mengungkapkan bahwa dia mendapatkan barang tersebut saat menggali tanah untuk pondasi rumah. Katanya besi dan tembaga tersebut peninggalan Belanda,” ujar Kapolsek, Minggu (8/3/2015).

Tanpa rasa curiga, Sri Lestari lantas menimbang besi dan tembaga milik buruh tersebut, Sri menimbang barang-barang seberat 2,5 kilogram dan kemudian membayarkan uang sejumlah Rp 60 ribu kepada buruh yang belum diketahui identitasnya. Ketika itu Sri belum sadar bahwa yang ditimbangnya itu juga terdapat senjata api.

Usai bertransaksi Sri lantas kembali melanjutkan pekerjaannya untuk berkeliling mencari barang rongsok hingga sampai di rumahnya yang berada di dusun Plempoh, Bokoharjo. Semua berjalan wajar seperti biasanya.

Sri melanjutkan aktivitasnya berupa membersihkan barang-barang yang sudah dibelinya. Hingga kemudian, putra Sri yang bernama Zaenal mendapati ibunya membersihkan sepucuk senjata api yang sudah berkarat. Setelah tahu itu merupakan senjata api, Zaenal menghentikan aktivitas ibunya.

“Zaenal yang ketakutan memotret temuan itu dan mengunggahnya di media sosial. Kemudian anggota intelkam yang mengetahui informasi tersebut menindaklanjuti dengan mendatangi TKP,” ujar Khundori.

Dari hasil pemeriksaan di rumah Sri Lestari, petugas menemukan sepucuk senpi FN yang sudah berkarat.  Selain itu pihaknya juga mengamankan 148 butir peluru untuk senjata laras panjang dan 12 butir peluru untuk senjata laras pendek.

Saat ini pihak Polsek Prambanan masih menyimpan senpi tersebut untuk penyelidikan lebih lanjut.

“Senpi tersebut dibeli dari pekerja bangunan yang sampai saat ini belum diketahui identitasnya, dijual karena sudah berkarat,” tandas Kapolsek kompol Khundori.