EQUITYWORLD FUTURES – Calon duta besar Indonesia untuk Kroasia, Alexander Litaay berharap, agar Kroasia dapat menjadi pintu masuk kedua Indonesia dalam memasarkan ekspornya ke Eropa. Sebab, selama ini pintu masuk arus barang itu terfokus di Rotterdam, Belanda.

“Kalau itu menjadi pintu kedua produk Indonesia ke Eropa, penghematan bisa tujuh hari,” kata Alex di Kompleks Parlemen, Senin (14/9/2015).

Ia menuturkan, belum lama ini Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia telah bertemu dengan Kadin Kroasia dan Presiden Kroasia, Kolinda Grabar Kitarovic. Bahkan, Presiden Kroasia mendorong hal itu.

“Presiden Kroasia mendorong Kadin Indonesia untuk tiga pelabuhan Kroasia menjadi pintu masuk produk Indonesia ke Kroasia dan Eropa,” ujarnya.

Mantan Sekjen DPP PDI Perjuangan itu menambahkan, dengan adanya pemangkasan waktu tempuh, maka biaya angkut produksi menjadi lebih murah. Sehingga, produk yang masuk ke Kroasia lebih mempunyai daya saing.

“Itu obsesi saya, Kroasia menjadi pintu masuk kedua,” ujarnya.

Alex merupakan satu dari sembilan calon dubes yang menjalani uji kepatutan dan kelayakan yang digelar Komisi I hari ini. Proses uji itu dibagi ke dalam tiga sesi. Pada sesi pertama, selain Alex, Komisi I menguji calon duta besar untuk Kerajaan Saudi Arabia Agus Maftuh Abegebrial, dan calon Dubes Kerajaan Thailand merangkap UNESCAP Ahmad Rusdi.

Sesi ke dua uji kelayakan dilakukan pada calon Dubes LBPP RI untuk Tahta Suci Vatikan Antonius Agus Sriyono, calon untuk Republik Kuba Alfred Tanduk Palembangan dan calon Dubes untuk Bosnia-Herzegovina Amelia Achmad.

Untuk sesi ke tiga, Komisi I akan menguji calon duta besar untuk Republik Iran Bambang Antarikso, calon perutusan tetap RI untuk PBB New York Dian Triansyah Djani dan calon duta besar untuk Republik Panama Marsekal Madya TNI (Purn) Budhi Santoso.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo mengajukan 33 nama calon duta besar Indonesia untuk negara-negara sahabat ke DPR.

Dari seluruh nama yang diserahkan itu, ada delapan orang berlatar belakang politisi dari partai pendukung Jokowi. Menanggapi itu, Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan bahwa jumlah politisi yang ditunjuk Jokowi tidak sebanyak calon dubes yang berasal dari Kementerian Luar Negeri.