Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo akan memberikan santunan sebesar Rp 35,93 juta bagi calon jamaah haji yang meninggal dunia selama menjalankan ibadah. Santunan sebesar itu nantinya akan diserahkan kepada ahli waris.

Besaran santunan tersebut lebih banyak dibanding dengan santunan tahun lalu sekitar Rp 35 juta. Menurut Humas PPIH, Badrus Salam asuransi menjamin calon jamaah haji sejak keluar rumah untuk berangkat haji, sampai dengan pulang ke rumah setelah menunaikan haji.

“Asuransi menjamin sejak mereka keluar rumah sampai kembali ke rumah. Dan hanya diberikan untuk jamaah yang meninggal,” ujar Badrus.

Sedangkan untuk calon jamaah haji yang meninggal karena kecelakaan, dia belum bisa merinci apakah juga akan mendapat santunan dari Jasa Raharja. Asuransi calon jamaah haji tahun ini dikelola oleh PT Asuransi Jiwa Syariah (AJS) Amanah Jiwa Giri Arta.

Selain asuransi dari PT Jasa Raharja, calon jamaah haji yang meninggal dunia selama dalam penerbangan juga mendapatkan santunan dari PT Garuda Indonesia.

Station Manager Garuda Indonesia Bandara Internasional Adi Soemarmo, Gunadi membenarkan hal tersebut. Menurutnya asuransi calon jamaah haji yang meninggal selama berada di pesawat sebesar Rp 100 juta.

Embarkasi Solo, hingga Kamis (4/9), sudah memberangkatkan sebanyak 2.966 calon jamaah haji yang terbagi dalam 9 kloter. Hingga empat hari pertama musim haji tahun ini, sudah ada sebanyak 22 calhaj yang harus menjalani perawatan di RS. Sebagian besar lantaran kecapekan dan kurang darah.