EQUITYWORLD FUTURES – Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi tertangkap basah saat sedang menggelar razia ilegal di Jalan Jenderal Sudirman, Bekasi. Aparat kepolisian langsung bertindak, polisi langsung membubarkan razia hingga membuat pria yang diketahui berinisial SPH kalang kabut.

Mengetahui ada aparat kepolisian datang ke arahnya, SPH mengambil langkah seribu begitu saja saat sedang ‘memalak’ sebuah angkutan. Tak hanya itu, dia juga membawa kabur surat-surat kendaraan dari mobil yang diberhentikannya.

Pria yang menjadi korbannya pun tidak tinggal diam, Eman lantas melaporkan SPH ke polisi. Apalagi, surat yang dibawa kabut pelaku sangat penting untuk dibawanya.

“Yang dibawa surat-surat, seperti buku KIR,” kata Eman, pemilik kendaraan yang diberhentikan petugas Dishub Kota Bekasi, Senin (10/10).

Selang beberapa jam, SPH langsung menyerahkan diri dengan didampingi atasannya. Dia pun dihukum menginap semalaman di balik sel Ruang Tahanan Polresta Bekasi.

Berikut cerita bandelnya Dishub Bekasi tetap lakukan razia gelap yang dirangkum merdeka.com:

1. Kepergok sedang malak angkutan

 

Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Bekasi Kota, Komisaris Heri Ompusunggu memimpin pembubaran aksi razia yang digelar petugas Dinas Perhubungan Kota Bekasi. Saat mendatangi lokasi, salah satu petugas Dishub diketahui sedang ‘memalak’ mobil angkutan.

Ketika didatangi polisi, petugas Dinas Perhubungan itu langsung kabur. Saat melarikan diri, pelaku masih membawa surat-surat milik mobil bak terbuka yang diberhentikan tersebut.

“Yang dibawa surat-surat, seperti buku KIR,” kata Eman, pemilik kendaraan yang diberhentikan petugas Dishub Kota Bekasi, Senin (10/10).

Eman pun bingung karena tak bisa melanjutkan perjalanan lantaran tak ada surat-suratnya. Dia pun melapor ke Polresta Bekasi Kota untuk menindaklanjutinya.

2. Sering dibubarkan tapi tetap bandel

 

Kasat Lantas Polresta Bekasi Kota, Kompol Heri Ompusunggu membenarkan mengakui tak hanya sekali meminta Dishub Kota Bekasi agar tak melaksanakan razia. Menurut dia, apapun alasannya, petugas Dishub tak bisa memberhentikan mobil angkutan tanpa didampingi dari Kepolisian.

“Sudah sering dibubarkan, tapi masih saja memberhentikan,” katanya.

Anehnya lagi, kata dia, di sepanjang jalan tersebut terdapat rambu lalu lintas dilarang berhenti. “Malah distop,” ucap dia.

3. Dihukum semalaman di dalam sel

 

Anggota Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi yang sempat kabur membawa surat-surat kendaraan saat menggelar razia ilegal menyerahkan diri. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, aparat kepolisian memberikan hukuman menginap semalaman di Ruang Tahanan Polresta Bekasi.

“Hari ini menginap sampai besok pagi,” kata seorang petugas piket di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polresta Bekasi Kota, Minggu (10/11).

Bagi kepolisian, hukuman tersebut dijatuhkan untuk memberikan efek jera terhadap pelaku. Dengan begitu, SPH diharapkan tidak mengulangi atau menggelar razia ilegal.

4. SPH sempat diamankan atasannya

 

Sebelum dihukum menginap semalaman, pelaku datang sendiri ke Polresta Bekasi setelah dijemput salah satu komandannya setelah sempat diamankan di kantornya sendiri. Adapun, komandannya yang menyerahkan surat-surat itu ke sopir tersebut di Polresta Bekasi Kota.

Setelah negoisasi antara korban dan atasan SPH, korbannya, Eman tak jadi membuat laporan polisi, sehingga proses hukum atas perbuatan SPH tak dilanjutkan.

Kasat Lantas Polresta Bekasi Kota Kompol Heri Ompusunggu mengatakan, razia ilegal oleh petugas Dishub sering dibubarkan, tapi masih saja ada. “Razia harus didampingi Kepolisian,” kata Heri.

Heri menyebut, dalam pasal 266 ayat 4 Undang-undang nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan. “Penyidik pegawai negeri sipil dalam melaksanakan pemeriksaan kendaraan bermotor di jalan wajib didampingi oleh petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia,” katanya.