EQUITYWORLD FUTURES – Badan Pusat Statistik (BPS) melansir indeks harga konsumen (IHK) atau inflasi bulan Agustus 2015 di level 0,39 persen. Inflasi tahun kalender di level 2,29 persen, inflasi tahun ke tahun (year on year/YoY) sebesar 7,18 persen, inflasi komponen inti sebesar 0,52 persen, dan inflasi inti YoY di level 4,92 persen.

Kepala BPS Suryamin menuturkan, inflasi pada Agustus tahun ini merupakan yang terendah selama lima tahun terakhir. Pada Agustus 2010 inflasi mencapai 0,76 persen, dan naik pada Agustus 2011 menjadi 0,93 persen. Inflasi Agustus 2012 mencapai 0,95 persen, dan pada Agustus 2013 inflasinya 1,12 persen.

Sementara pada Agustus tahun lalu, IHK tercatat 0,47 persen. Dari 82 kota IHK, sebanyak 59 kota mengalami inflasi dan 23 kota mengalami deflasi.

Suryamin menuturkan, sebanyak 37 kota IHK inflasinya di rentang 0,00-0,5 persen, 18 kota IHK inflasinya di rentang 0,5-0,1 persen, dan hanya 4 kota IHK yang inflasinya di atas 1 persen, termasuk Tanjung Pandan sebagai kota dengan inflasi tertinggi 2,29 persen.

“Ini menunjukkan pengendalian inflasi di daerah jauh lebih bagus. Apalagi ada 23 kota IHK yang mengalami deflasi,” ungkap Suryamin dalam paparan, Selasa (1/9/2015).

Suryamin menambahkan, inflasi terendah terjadi di Sumenep, Kediri, dan Probolinggo dengan IHK di level 0,02 persen. Sementara itu deflasi tertinggi terjadi di Ambon sebesar minus 1,77 persen. Berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi Agustus 2015 yang sebesar 0,39 persen didorong oleh kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 1,72 persen.

Ia menjelaskan, tingginya inflasi kelompok ini disebabkan momentum tahun ajaran baru. Kelompok pengeluaran terbesar kedua yaiitu bahan makanan di level 0,91 persen, di mana didorong oleh kenaikan harga hortikultura atau sayur-mayur.

Inflasi pada kelompok tersebut, kata Suryamin, disebabkan telah memasuki musim kering. Adapun kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau juga terkerek inflasi bahan makanan. Inflasi kelompok pengeluaran ini pada bulan Agustus 2015 di level 0,71 persen.

“Kelompok kesehatan 0,7 persen dan yang lainnya terkontrol. Kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan terjadi deflasi akibat penurunan beberapa tarif angkutan,” ujarnya.

Dia menambahkan, inflasi Agustus 2015 umum 0,39 persen, terdiri dari inflasi inti 0,31 persen, inflasi harga diatur pemerintah minus 0,09 persen, inflasi harga bergejolak 0,17 persen, sedangkan inflasi komponen energi sebesar 0,01 persen.