EQUITYWORLD FUTURES – Ketua umum Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI), Teguh Boediyana mencurigai adanya peredaran daging sapi ilegal dari India di pasar-pasar tradisional.

“Kami mensinyalir ada daging datang dari India. Ketika kita browsing dari data India ternyata tahun 2015 kita temukan mereka mengirim daging ke Indonesia,” ujar Teguh di Jakarta, Selasa (4/1/2016).

Teguh mengatakan, berdasarkan data perdagangan India, pada tahun 2012 ditemukan sekitar 800 ton daging sapi atau sebanyak 120 kontainer dikirim ke Indonesia. Sedangkan pada tahun 2015 ditemukan sekitar 82 ton daging impor dari India.

Padahal, menurut dia, India tidak termasuk negara yang bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Artinya, peredaran daging sapi atau kerbau dari India dilarang di Indonesia.

Dia mencurigai daging tersebut bisa masuk ke Indonesia lewat pelabuhan dengan menggunakan kemasan lain. “Jangan-jangan kemasannya impor ikan tapi dalamnya daging. Langsung masuk gudang,” ujar Teguh.

Lanjut, kata dia, ketika sudah masuk ke pasar tradisional akan sulit untuk membedakannya. “Pas udah beredar ke pasar tinggal di-repack,” ujarnya.

Direktur Utama PPD Dharma Jaya, Marina Ratna Dwi Kusumajati mengatakan, keberadaan daging sapi ilegal dari India ini merugikan pemain lokal. Dia mengatakan harga daging sapi ilegal dari India jauh lebih murah.

“Sebagai pemain lokal saya terpengaruh oleh daging dari India. Stok tidak bergerak karena harganya Rp 5000 sampai Rp 10.000 dibawah kami,” papar Ratna.

Maka, dia berharap pemerintah lebih tegas menindak persoalan daging sapi ilegal dari India agar para pelaku bisnis lokal tidak dirugikan.