Otoritas Jasa Keuangan melihat proyek-proyek pembangunan infrastruktur tidak bisa mengandalkan pembiayaan perbankan. Pemangku kepentingan perlu mencari opsi-opsi sumber dana pihak ketiga jangka panjang.

Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D. Hadad mencontohkan dana segar potensial tapi belum dimanfaatkan serius adalah tabungan haji, pasar modal, dana pensiun, maupun akumulasi premi polis asuransi. Pendekatan ini akan sering dikampanyekan oleh lembaga superbody tersebut.

“Pembiayaan pembangunan saya kira perlu sumber pembiayaan lain. Kebutuhan kita dana jangka panjang, opsi lain saya kira terus pembiayaan, tapi ke depan keinginan kita mendorong asuransi dan dana pensiun,” ujarnya dalam seminar “Kemajuan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia 2011-2025″ di Jakarta, Rabu (3/9).

Masalahnya, agar ide itu terwujud, masih terdapat banyak hambatan. Misalnya pasar modal di Indonesia yang investornya baru mencapai 400.000 orang, sehingga masih dangkal dari segi kemampuan pendanaan. Belum lagi ada keengganan jasa keuangan non-perbankan menyasar pasar obligasi.

Oleh sebab itu, untuk jangka pendek Muliaman berharap Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan dimanfaatkan maksimal membangun infrastruktur.

“Pertumbuhan dana pihak ketiga diterima oleh perbankan cukup besar, tahun ini giro Rp 912 triliun, tabungan Rp 1.067 triliun, deposito Rp 1.756 triliun,” kata Muliaman.

Dari catatan OJK, pembangunan infrastruktur terlalu bergantung pada bank. Hingga Agustus 2014, total pembiayaan infrastruktur Rp 355 triliun, 70 persen berasal dari perbankan.

“Intinya enggak mungkin lagi kita mengandalkan perbankan karena dananya sangat pendek,” kata Muliaman.

Anggota Komite Pembangunan Ekonomi Indonesia Raden Pardede sependapat dengan ide OJK. Perbankan biasanya menyalurkan kredit dengan harapan imbal hasil terlihat mulai tahun ketiga.

“Pembiayaan infrastruktur harus kembali ke capital market. Menurut saya yang paling gampang dari dana pensiun, asuransi, dan dari tabungan-tabungan jangka panjang termasuk juga tabungan haji,” kata Raden.