EQUITYWORLD FUTURES – Mantan Sekretaris Jenderal Partai Nasdem Rio Capella memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi untuk diperiksa sebagai tersangka, Jumat (23/10/2015).

Patrice tiba di gedung KPK sekira pukul 09.21 WIB. Kepada wartawan, ia menyampaikan kesiapannya menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka.

Patrice terjerat kasus dugaan menerima gratifikasi terkait proses penanganan perkara bantuan daerah, tunggakan dana bagi hasil, dan penyertaan modal sejumlah Badan Usaha Milik Daerah di Provinsi Sumatera Utara oleh Kejaksaan, hari ini.

“Pasti (siap),” ujar Patrice sambil mengacungkan jempolnya.

“Buktinya saya datang,” lanjut dia.

Patrice tidak memenuhi panggilan penyidik yang dijadwalkan pada Selasa (20/10/2015) lalu. Ia enggan diperiksa KPK hingga proses praperadilan yang diajukannya selesai.

Pengacara Patrice, Maqdir Ismail menilai, KPK tidak berwenang menyidik kasus yang menjerat kliennya.

Pimpinan sementara KPK Indriyanto Seno Adji sebelumnya mengatakan, penyidikan tidak akan terhalang upaya praperadilan yang diajukan.

Dalam kasus ini, Gubernur nonaktif Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho dan istrinya, Evy Susanti diduga memberi uang Rp 200 juta kepada Patrice melalui Fransisca Insani Rahesti, staf magang di kantor OC Kaligis.

Pemberian tersebut dilakukan agar Patrice membantu “mengamankan” kasus bansos yang ditangani Kejaksaan Agung karena nama Gatot tercantum sebagai tersangka perkara tersebut.

Atas perbuatannya, Patrice dijerat Pasal 12 huruf a atau huruf b atau pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi.