EQUITYWORLD FUTURES – Lampung mengalami defisit daya listrik mencapai 40 persen. Akibatnya,  daerah tersebut rawan mengalami pemadaman listrik sampai Desember 2015.

General Manager Distribusi PLN Wilayah Lampung Irwansyah mengatakan, krisis energi ini karena terjadinya kemarau panjang. Ditambah dengan perbaikan pembangkit di Tarahan yang memiliki daya 200 MW.

Kondisi itu yang membuat pemadaman listrik terjadi hampir dua kali dalam sehari.

“Tetapi kondisi itu sudah teratasi dengan masuknya sistem PLTU Sebalang sehingga krisisnya berkurang menjadi 180 MW,” ujar Irwan, Jumat (27/11/2015).

Dia menjamin kondisi listrik akan kembali normal pada Januari 2016. Total pembangkit di seluruh Wilayah Lampung 750 MW sedangkan kebutuhan energi secara keluruhan 850 MW.

“Kondisi idealnya, semestinya kita memiliki cadangan 2 kali dari total daya yang ada,” ujarnya.

“Jadi, setiap ada satu pembangkit yang keluar dari sistem karena perbaikan ataupun rusak maka tetap disuplai dengan cadangan,” kata Irwan lagi.

Tetapi, Lampung tidak memiliki cadangan tersebut sehingga ketika ada pembangkit yang keluar dari sistem operasi maka otomatis konsumen terganggu.