Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan berada pada rentang support 4.871-4.888 dan resisten 4.900-4.938, dalam perdagangan di awal bulan Juni ini.

IHSG akan dipengaruhi oleh rilis data ekonomi, terutama dari dalam negeri. “Bila sesuai harapan laju IHSG akan mengalami rebound dan begitupun sebaliknya,” ujar Analis Trust Securities Reza Priyambada dalam riset hariannya, Jakarta, Senin (2/6).

Sementara itu, analis pasar modal, Purwoko Sartono menilai IHSG cenderung melemah didasari sentimen dalam dari negeri Bank Indonesia (BI) yang memprediksi peningkatan impor akan menyebabkan neraca perdagangan April 2014 akan mengalami defisit.

“Gubernur BI, Agus Martowardojo, menjelaskan bahwa ada tekanan terhadap neraca perdagangan terkait persiapan jelang puasa dan Lebaran,” jelas dia.

Selain itu, GDP Amerika Serikat yang melemah satu persen menjadi katalis negatif bagi bursa regional, dimana sebelumnya pasar mengekspektasikan perekonomian global akan pulih seiring dengan beberapa data makro ekonomi dari AS dan China yang pekan sebelumnya membaik.

Beberapa saham yang bisa dipertimbangkan oleh investor diantaranya TLKM, ELSA, BRAU, MNCN, MAIN, SIDO dan TAXI. Akhir pekan kemarin Jumat (29/5) sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4998,09 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4893,91 (level terendahnya) di mid sesi 2 dan berakhir di level 4893,91.