EQUITYWORLD FUTURES – Di bawah penjagaan ketat, hal keberangkatan di Bandara Zaventem di Kota Brussels, Belgia kembali dibuka, Minggu (1/5/2016).

Pembukaan ini dilakukan setelah terjadi serangan bom bunuh diri oleh teroris dari Kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) yang menewaskan 16 orang dan melukai ratusan lainnya, di lokasi itu.

Sebelumnya, bandara ini telah melakukan sejumlah penerbangan, namun para penumpang masih memakai lokasi sementara berupa tenda.

Pembukaan lokasi keberangkatan sementara itu karena besarnya kerusakan akibat bom di “departure hall” yang dilakukan oleh dua pengebom bunuh diri.

Dengan pembukaan ini, maka para penumpang sudah dapat kembali memakai bandara itu seperti sediakala.

Pembukaan itu dilakukan oleh Perdana Menteri Belgia Charles Michel.

Sementara, pemeriksaan ekstra terjadi di lokasi ini sebelum calon penumpang masuk ke bandara.

“Hari ini, bandara di Ibu Kota kita kembali dibuka. Brussels kembali ke ‘business‘,” kata Michel di hadapan para pengunjung.

Di dekat dia ada sebuah plakat berisi nama-nama korban yang dikelilingi rangkaian bunga dan foto-foto para korban.

Salah satu petugas check-in Veronique Goodman mengungkapkan emosinya ketika bandara itu kembali dibuka.

“Kepada semua keluarga yang kehilangan saudara mereka, taman-teman yang terluka, tak ada satu pun orang yang menginginkan kejadian ini terulang. Kami bahagia bandara ini kembali bisa dibuka,”  kata dia.

Dalam pernyataan tertulisnya, CEO Brussels Airport Company Arnaud Feist menyebut pembukaan ini sebagai hari penting untuk pemulihan bandara dan mengembalikan citra Brussels.

Feist mengatakan, diperkirakan bandara akan kembali beroperasi penuh pada pertengahan Juni mendatang.