EQUITYWORLD FUTURES – Aksi sweeping kendaraan berplat nomor N di akses menuju Tol Suramadu, Jumat (6/5/2016) dini hari membuat pemilik kendaraan berplat nomor N batal menyeberang ke Pulau Madura.

Mereka terpaksa menunggu hingga situasi aman, dan sebagian mereka harus kembali. Hendro, seorang sopir mobil rental asal Malang, terpaksa menyeberang ke Madura dengan kapal penyeberangan di Pelabuhan Ujung menuju Kamal, Madura.

“Saya tidak mau ambil risiko, lebih baik naik kapal penyeberangan saja,” ujarnya.

Hendro membawa beberapa orang asal Malang untuk mudik ke Madura saat libur panjang.

“Kalau terus-terus seperti ini, lebih baik sepak bola dibubarkan saja, karena tidak ada manfaatnya,” protes Hendro.

Sementara Alimin, sopir bus antar kota jurusan Pamekasan, Madura, terpaksa mengoper penumpangnya ke bus berplat selain N. Bus yang dikemudikan Alimin memang berplat N, namun asal Probolinggo. Alimin memilih menunggu hingga situasi kondusif.

“Saya tunggu sampai aman saja, karena kalau pulang ke Probolinggo tidak membawa penumpang, hitungannya rugi,” ujar dia.

Aksi sweeping berujung anarkis juga menyasar bus berplat N. Bahkan bus yang tidak berplat N juga menjadi sasaran aksi anarkis.

Bus rombongan kru televisi swasta yang akan menggelar siaran langsung pertandingan  laga lanjutan Torabika Soccer Championship 2016 di Stadion Gelora Bangkalan, antara tuan rumah Madura United melawan tim tamu Aremania Cronus juga menjadi sasaran pelaku sweeping.

Kaca depan dan samping bus bernopol H 9680 RC itu pecah. Sopir bus juga terkena lemparan batu hingga kepalanya terluka.