EQUITYWORLD FUTURES – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan kembali mengalami pelemahan pada perdagangan hari ini. Ini lantaran perdagangan masih dibayangi aksi ambil untung para investor.

Head of Research Woori Korindo Securities Indonesia (WKSI) Reza Priyambada mengatakan IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 5.055-5.075 dan resisten 5.096-5.115. Sentimen negatif dari bursa-bursa regional juga memiliki imbas terhadap IHSG.

“Laju IHSG sempat berada di target resisten (5.095-5.114) dan sempat berada di target support (5.055-5.072). Laju IHSG di satu sisi memiliki peluang kenaikan namun, juga menyimpan potensi untuk mengalami penurunan lanjutan jika aksi profit taking masih mewarnai transaksi. Untuk itu, tetap mewaspadai potensi pelemahan lanjutan,” ujar dia dalam riset hariannya di Jakarta, Selasa (4/11).

Reza menambahkan sentimen dari penurunan kinerja beberapa emiten di Zona Eropa memberikan imbas negative sehingga membuat laju bursa saham Eropa berbalik melemah. Rilis pelemahan pada indeks manufaktur di beberapa wilayah zona Euro turut menambah sentimen negatif.

“Laju bursa saham AS akan ditentukan oleh respon pelaku pasar terhadap beberapa emiten yang masih merilis kinerjanya dan rilis kegiatan manufakturnya. Laju bursa saham AS berpotensi melemah jika rilis data-data tersebut tidak sesuai dengan ekspektasi,” kata dia.

Adapun pertimbangan saham-saham yang harus diperhatikan antara lain LPCK, TAXI, BBRI, UNVR dan ERAA.