EQUITYWORLD FUTURES – Produsen furnitur asal Jerman, Dedon, mulai memasuki pasar Indonesia. Bertindak sebagai distributor, PT Dynaforce International. Perusahaan ini juga yang akan mengimpor produk tersebut.

Dedon berbahan dasar serat sintetis. Bahan tersebut dibuat dan menggunakan teknologi Jerman. Teknologi ini bertujuan untuk membuat bahan yang tahan lama meski terkena air dan panas di luar ruangan.

Operation Director Dedon Asia Pacific Limited, Helen Chan mengatakan, setelah bahannya siap, desainer akan membuat desainnya.

“Setiap koleksi kami unik karena dibuat berdasarkan desainer masing-masing. Tidak ada bentuk yang sama karena budayanya berbeda” ujar Helen kepada Kompas.com, Selasa (8/9/2015).

Helen menyebutkan, desainer tersebut antara lain berasal dari Paris, Jean Marie Massaud; Austria, Martin Bermann, Gernot Bohmann Haral Grundl; Amerika, Richard Frinier; Belanda, Harry Hpj van Ierssel dan Chilean Camila vega Faba; serta Swiss, Nick Thomkins.

Bahan-bahan yang sudah siap ini, kemudian dikirim ke Filipina untuk dibentuk sesuai dengan permintaan desainer. Cebu dipilih Dedon karena pengrajin di kota ini sangat terlatih dan profesional. Pengrajin ini tidak hanya menganyam dan membentuk furnitur berdasarkan desain, tetapi juga memberikan warna.

Mulai dari pemesanan hingga produk siap dipasarkan, kata Helen, membutuhkan waktu setidaknya 8 minggu. Waktu yang cukup lama ini dihabiskan untuk memastikan setiap tahapan sesuai standar. Belum lagi, produk Dedon dibuat menggunakan tangan sehingga setiap detailnya sangat diperhatikan.

“Tapi ini tidak sama setiap produk. Dalam proses desain sendiri membutuhkan hampir dua tahun untuk membuktikan desain tersebut memang layak digunakan. Pertimbangannya adalah seberapa sulit dan rumit desain tersebut, serta apakah para pengrajin bisa mengerjakannya,” sebut Helen.

Dalam perjalanan 25 tahun, Dedon sudah memiliki banyak koleksi. Saat ini, Dedon sudah menyiapkan koleksi baru yang penuh warna. Desainnya dirancang agar menyatu dengan berbagai suasana mulai dari klasik dan tradisional. Setidaknya, Dedon sudah mempersiapkan 30 koleksi berbeda.

Helen menyebutkan, pasar Dedon antara lain, Amerika Serikat, Kanada, Hongkong, Selandia Baru, Mongolia, Filipina, Thailand, Rusia, dan beberapa negara Eropa lainnya. Sementara itu, di Indonesia, Dedon akan mulai memasarkannya tahun ini. Dynaforce akan mengimpornya langsung ke Indonesia.

Meski momentum kondisi perekonomian Indonesia sedang kurang prima, hal tersebut tidak membuat Dynaforce mengurungkan niat mengimpor Dedon. “Kenapa memasarkan di saat ekonomi Indonesia lesu? Menurut saya, tidak pernah ada waktu yang baik. Bagaimanapun juga, Indonesia adalah pasar potensial yang paling besar,” kata Group CEO Dynaforce International Pte. Ltd. Annie Sun.