Gaya salat turis Arab di Puncak ini bikin kesal. Sang imam memakai sepatu, tiga makmumnya tak mencuci kaki, salah satunya malah memakai celana pendek.

Peristiwa itu diabadikan oleh Eka Winarotomo, saat bersama keluarganya sedang berlibur di kawasan wisata Curug Cilember, Cisarua, Bogor. Postingan Eka di akun Facebooknya di-share ratusan temannya dan dikomentari.

“Kejadiannya Selasa (23/9) lalu. Saat itu saya lagi piknik bersama keluarga di Curug Cilember. Sambil nunggu istri, saya rebahan di musala untuk melepas lelah,” kata Eka dalam perbincangan dengan merdeka.com, Kamis (25/9).

Tiba-tiba datang marbot (petugas) musala yang menegur Eka dan melarang dia untuk tidur-tiduran di musala. “Nanti turis Arabnya enggak mau salat di musala itu kalau ada yang tidur-tiduran,” ujar Eka menirukan teguran sang marbot.

Eka pun kemudian duduk di emperan musala. Kemudian datang empat turis Arab itu yang langsung masuk dan salat zuhur. Awalnya Eka tidak memperhatikan, namun saat para turis itu sudah rakaat kedua dia melihat sang imam yang masih berusia sekitar 25 tahunan memakai sepatu. Sedangkan salah satu makmumnya memakai celana pendek model basket yang ukurannya masih di atas dengkul.

“Saya kesal, saya panggil tuh marbot musala. Saya bilang ini musala tempat suci kenapa itu turis dibiarkan salat pakai sepatu di musala. Kakinya kotor-kotor lagi. Saya juga tidak melihat mereka wudu,” ujarnya.

“Saya cuma rebahan saja diomel-omeli, padahal enggak tidur. Ini kok mengotori musala tidak ditegur,” protes Eka kepada marbot.

Sang marbot berkelit tidak tahu. “Saya enggak lihat Pak.”

Eka yang masih kesal pun mengabadikan peristiwa itu. “Gue foto pas rakaat terakhir buat bukti kelakuan mereka. Yang pakai celana pendek itu yang kaos hitam makmum paling kiri,” kata dia.

Tak cuma itu, Eka menegur langsung sang imam yang salat memakai sepatu. “Saya tegur pake bahasa Indonesia, ‘otak lu di mana’ terus dia jawab pake bahasa Arab ‘la la la’ gitu. Gue panggil tuh marbot terus dia ngomong pakai bahasa Arab ke turis. Eh turisnya malah kabur gitu.”

Meski begitu Eka mengatakan tidak semua turis Arab yang salat di musala itu berkelakuan seperti keempat orang tadi. “Ada sih yang rapi pakaiannya,” pungkasnya.