EQUITYWORD FUTURES – Komisi Pemberantasan Korupsi baru saja menetapkan mantan Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Hasanuddin Ibrahim sebagai tersangka.

Ia ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pengadaan fasilitasi sarana budidaya mendukung pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) di Ditjen Hortikultura Kementerian Pertanian Tahun Anggaran 2013.

Nama Hasanuddin sebelumnya pernah disebut dalam sidang kasus dugaan suap pengaturan kuota impor daging sapi, sebagai suami dari Bunda Putri.

Bunda Putri dan kasus sapi

Mengingat kembali ke belakang, kemunculan nama Bunda Putri pertama kali lewat rekaman percakapan yang diputar dalam persidangan dengan terdakwa Ahmad Fathanah, pada 2013 lalu.

Dalam rekaman itu, mantan Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq, yang juga terdakwa dalam perkara ini, menyebut Bunda Putri dapat mengondisikan para decision maker atau pengambil keputusan.

Luthfi mengetahui Bunda Putri sebagai orang yang sangat dekat dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Dalam persidangan, identitas suami Bunda Putri diungkapkan oleh putra Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera Hilmi Aminuddin, Ridwan Hakim.

Ridwan membenarkan bahwa suami Bunda Putri adalah Hasanuddin.

“Saya manggil-nya Pak Hasanuddin,” kata Ridwan.

Saat ditanya lebih jauh mengenai pekerjaannya, Ridwan menjawab berbelit-belit. Setelah didesak berulang kali, akhirnya Ridwan mau menjawab.

“Pak Dirjen (suami Bunda Putri) Hortikultura di Kementerian Pertanian, Pak,” kata Ridwan.

Status Hasanuddin dan Bunda Putri pun dibenarkan mantan petinggi Partai Keadilan Sejahtera, Suripto.

Tak menjawab tegas

Hasanuddin pernah dikonfirmasi soal hubungannya dengan Bunda Putri. Namun, Hasanuddin tidak menjawabnya secara tegas, tidak membenarkan, tetapi juga tidak membantah.

“Itu nanti saya enggak mau bicara soal yang menyangkut pribadi saya. Kalau mau tanya, soal pekerjaan saya saja,” kata pria yang akrab disapa Odeng itu