EQUITYWOLRD FUTURES – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, menyiratkan adanya perbedaan pandangan antara dirinya dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok terkait reklamasi laut.

Ahok 100 persen mendukung reklamasi. Namun Djarot melihat ada dampak lingkungan setelah adanya reklamasi. Salah satu dampak lingkungan tersebut adalah hutan bakau atau manggrove di sekitar lokasi yang direklamasi akan rusak.

“Coba kamu amatin pengaruhnya pada manggrove. Tanya saja pada ahli lingkungan hidup. Ada gak dampaknya pada hutan manggrove,” kata Djarot usia meninjau proyek reklamasi Pulau D, di Teluk Jakarta, Selasa (12/4/2016).

Menurut Djarot, manggrove bisa hidup dengan baik jika berada di air asin. Namun, setelah reklamasi, Djarot menilai air asin tersebut bercampur dengan air payau.

“Nanti manggrove jadi kemerah-merahan dan mati. Belum lagi soal biodata laut. Pasti akan habis,” kata Djarot.

Ia meminta pengelola pulau untuk memperhatikan pengelolaan air di daratan hasil reklamasi, sehingga tak ada kerusakan lingkungan. Menurut Djarot, persoalan lingkungan di Jakarta perlu diperhatikan.

Reklamasi memungkinkan bertambahanya kerusakan lingkungan. “Kita tak bisa melawan alam tapi menyiasati. Kita harus menyatu dengan alam,” kata Djarot.