EQUITYWORLD FUTURES – Tak lama setelah dilantik menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta atau pada Desember 2014 lalu, Djarot Saiful Hidayat berjanji bakal “blusukan” keliling Jakarta menggunakan sepeda motor jenis “bebek”.

Bahkan, Djarot sempat menolak mobil dinas Toyota Land Cruiser yang ditawarkan oleh Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) DKI Jakarta. Djarot meminta disediakan lima sepeda motor.

Motor-motor itu awalnya selalu terlihat terparkir di sisi kanan gedung Balai Kota atau di dekat kantor Biro KDH dan KLN DKI Jakarta. Mantan Wali Kota Blitar itu pun berulang kali berkeliling menggunakan salah satu motor itu. Misalnya saat meninjau lokasi bekas bangunan liar di aliran Sungai Ciliwung dengan mengenakan sepeda motor, di Duri Pulo, Gambir, Jakarta Pusat, (21/12/2014) lalu.

Namun kini motor-motor itu sudah tidak ada di tempatnya. Djarot pun terlihat lebih sering beraktivitas menggunakan mobil dinasnya, Toyota Land Cruiser berpelat nomor B 1962 RFR, atau yang diakuinya sebagai mobil dinas bekas Ketua DPRD DKI Jakarta periode 2009-2014, Ferrial Sofyan.

Kemudian ke mana motor-motor itu kini? Benarkah Djarot hanya menggunakan motor sebagai gebrakan di awal-awal pemerintahannya saja?

“Masih ada motornya, di tempatku (rumah) ada dua, yang tiga (motor) dipakai sama anak-anak (ajudan),” kata Djarot kepada Kompas.com, Senin (18/4/2016).

Untuk blusukan masuk ke kampung-kampung, kata dia, memang lebih efektif menggunakan motor. Namun, kembali lagi penggunaan itu disesuaikan dengan kebutuhannya.

Saat Kompas.com mengikuti kegiatan Djarot untuk Shalat Jumat di sebuah kampung di Johar Baru Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu, dia terlihat menggunakan mobil dinasnya.

“Terakhir pakai (motor), aku lupa. Masa aku catet sih? Tapi kalau aku (nginap) di Rafles (Cibubur), aku pakai (motor),” kata Djarot.

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) itu pun sempat mendapat nasihat dari Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Kepada Djarot, Ahok berpesan agar lebih hati-hati jika ingin blusukan keliling Jakarta pakai motor.

“Waktu saya pakai motor kemana-mana, Pak Ahok bilang : ‘Mas hati-hati Mas, ini bukan Blitar’. Saya jawab, ‘Iya-iya’,” kata Djarot.

Adapun sepeda motor yang disediakan untuk Djarot adalah Suzuki Shogun Axelo berwarna hitam dengan kapasitas mesin 125 cc. Pelat nomor kelima motor itu adalah B 6058 PXQ, B 6043 PXQ, B 6052 PXQ, B 6032 PXQ, dan B 6040 PXQ.

Awalnya, motor-motor itu disediakan bagi PNS DKI dan tercantum pada anggaran tahun 2013. Namun, karena Ahok memiliki kebijakan untuk mengganti kendaraan dinas dengan uang transportasi, motor itu tidak lagi terpakai.