Komisi Pemilihan Umum (KPU) merencanakan pembangunan Gedung Graha Pemilu. Diperkirakan anggaran untuk membangun gedung itu sekitar Rp 450 miliar. Anggaran sudah diajukan ke Komisi II DPR. KPU berharap pembangunan gedung tersebut dapat selesai tahun depan sehingga koordinasi penyelenggaraan pemilu dapat berlangsung lebih maksimal.

Anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Valina Singka Subekti menyambut baik realisasi pembangunan Gedung Graha Pemilu tersebut. Menurut dia, gedung penyelenggara pemilu, baik itu KPU, Bawaslu dan DKPP sudah semestinya menempati kantor baru yang lebih layak.

“Setahu saya yang pernah menjabat sebagai komisioner KPU 2001-2007, memang gedung di Imam Bonjol tidak layak pakai untuk perkantoran,” kata Valina kepada wartawan di Kantor DKPP, Jakarta, Rabu (27/8).

Bila Gedung Graha Pemilu dapat terealisasi tahun depan, Valina menambahkan, koordinasi antara KPU, Bawaslu dan DKPP akan semakin mudah dan lebih maksimal. Sebab gedung tersebut nantinya bakal ditempati ketiga lembaga itu.

“Jadi saya berharap ada perkantorannya itu lebih layak. Sudah sejak dulu kami mengusulkan perlu gedung yang lebih layak,” tegasnya.

Menurut dia, sudah seharusnya penyelenggaraan pemilu dari tahun ke tahun mengalami perbaikan. Baik itu proses penyelenggaraannya ataupun infrastruktur pendukung lainnya seperti halnya gedung untuk berkantor.

“Sebaiknya kalau ini dipermanenkan lembaganya bagus jadi satu gedung kalau memungkinkan,” tandasnya.