EQUITYWORLD FUTURES – Di tengah pelemahan ekonomi dan penjualan properti sedang menurun, namun pengembangan kota mandiri Gading Serpong terus dilakukan. Kota ini masih bertumbuh hingga 15 tahun ke depan.

PT Paramount Land, pengembang Gading Serpong, terus melakukan ekspansi bisnis dengan menggarap sisa lahan seluas 270 hektar di kawasan yang berbatasan langsung dengan BSD City itu.

“Pasar memang turun, sekarang lebih ketat. Tapi, di dalam posisi pasar yang seperti apa, kita (Paramount) mencoba selalu di atas rata-rata pasar,” ujar Presiden Direktur Paramount Land Ervan Adi Nugroho kepada Kompas.com, Sabtu (10/10/2015).

Ervan melihat penurunan penjualan ini hampir merata dialami beberapa pengembang lainnya. Jika dipukul rata, melemahnya penjualan kini bahkan mencapai 50 persen.

Begitu pula yang dialami oleh Paramount. Penurunan ini didominasi penjualan properti kelas menengah ke atas. Sementara pada kelas menengah ke bawah, menurut Ervan, malah tidak mengalami penurunan. Penjualan properti kelas menengah ke bawah inilah yang diupayakan Paramount agar bisa menyokong tercapainya target perusahaan.

Tahun ini, Paramount menargetkan total penjualan Rp 3 triliun. Memasuki kuartal ketiga, capaiannya baru 60 persen. Ervan mengaku, perusahaan masih ketinggalan, karena seharusnya pada kuartal ketiga, capaiannya sudah 75 persen.

“Kita lebih kejar itu (penjualan) sekarang. Kita optimistis akhir tahun tercapai, karena dollar sekarang sudah mulai turun,” kata Ervan.

Saat dollar turun ini, konsumen cenderung tidak menahan uangnya untuk membeli properti, khususnya kelas menengah ke atas.

Dalam beberapa waktu ke depan, Paramount akan mulai membangun properti vertikal. Dengan demikian, penjualan residensial tapak diharapkan meningkat dalam waktu dekat, karena dalam lima tahun ke depan, belum tentu ada rumah tapak lagi.

Hal serupa dialami Elang Group. Pengembang yang dinakhodai Elang Gumilang ini tak mengalami penurunan penjualan. Sebagian besar produk yang dikonsentrasikan untuk kelas menengah ke bawah mencatat penjualan sesuai target.

Bahkan untuk kelas subsidi seharga Rp 126 jutaan, Elang Group justru akan memperluas pasarnya hingga ke luar kota Bogor sebagai basis perusahaan.

Menurut Elang, tahun depan perusahaannya akan merealisasikan ekspansi bisnis ke Sawangan, Limo, dan Sukabumi, serta beberapa kota lainnya di Jawa Barat. Produk yang akan dipasarkan tetap untuk kelas menengah ke bawah.

“Alhamdulillah penjualan bagus. Ada beberapa proyek baru yang akan kami kembangkan tahun depan. Penjualan tahun ini juga tak terpengaruh pelemahan ekonomi,” ujar Elang.