EQUITYWORLD FUTURES – Siswa SMA IPEKA kembali mengibarkan bendera Merah Putih di kancah olimpiade siswa tingkat internasional. Valdi Ven Japranata (17), pelajar SMA IPEKA meraih medali perak pada International Biology Olympiad (IBO) di Aarhus, Denmark, 12-19 Juli 2015.

Sebelumnya, tim SMA IPEKA menoreh prestasi di ajang International Mathematical Olympiad (IMO) ke-56 di Chiang Mai, di Thailand. Siswa Indonesia Rebut Perunggu Olimpiade Matematika di Thailand.

Di ajang tahunan IBO 2015 ini Valdi bersaing dengan 239 peserta dari 61 Negara di seluruh dunia. Masing-masing negara tersebut mengirimkan murid terbaiknya maksimum sebanyak empat orang.

Para siswa Indonesia ini berhasil unggul dalam mengerjakan empat topik praktikum yang meliputi 1) Anatomi, Sistematik dan Evolusi Tumbuhan tingkat rendah (lumut dan paku) hingga tumbuhan tingkat tinggi (Gymnosperm dan Angiosperm), 2) Biologi Molekuler tentang peta plasmid, Polymerase chain reaction (PCR), dan mutan auxotrof dari ragi, 3) Anatomi Morfologi dan Fungsional organ ikan kod, serta 4) Biokimia tentang kinetika enzim a-galaktosidase.

Tak hanya mengirimkan muridnya. Masing-masing Negara peserta IBO 2015 juga mengirimkan beberapa juri untuk menerjemahkan dan membahas soal-soal yang diujikan. Para juri pendamping negara-negara peserta umumnya berasal dari perguruan tinggi terkemuka di beberapa negara maju, seperti University of Dresden (Jerman), Wagenigen University (Belanda), NTU dan NUS (Singapura), University of Tokyo (Jepang), University of Warwick (UK), National University of Taiwan, dan lainnya.

Motivasi ibu

Prestasi Valdi diawali sebagai peraih medali emas pada Olimpade Sains Nasional (OSN) di bidang biologi. Prestasi itu juga menjadi “tiket” kemenangan Valdi di IBO 2015.

Valdi menuturkan, perjalanannya menjadi salah satu wakil Indonesia untuk IBO cukup panjang. Pelatihan diawali dengan keikutsertaannya dalam pelatihan nasional yang diadakan oleh Tim Olimpiade Biologi Indonesia (TOBI). Tim pelatihan tersebut terdiri dari 30 dan disaring hingga menjadi empat orang.

“Tentu, berkat dari Tuhan berperan di sini. Yang paling memotivasi saya adalah ibu saya yang menjadi orang tua tunggal, karena ayah sudah tidak ada sejak sejak saya masih TK. Beliau banyak berkorban untuk saya dan kedua saudara yang lain, jadi saya ingin melakukan sesuatu membanggakan untuk beliau,” kata Valdi kepada KOMPAS.com, Jumat (14/8/2015).

Valdi mengakui, pihak sekolah mendukungnya mengikuti ajang internasional tersebut. Mulai pelatihan dari guru biologi, mendampingi selama perlombaan, hingga memberikan izin untuk segala keperluannya.

“Bahkan dengan memberikan kompensasi waktu untuk ujian susulan ketika beberapa ujian sekolah tidak bisa saya ikuti sesuai jadwal yang sudah ditentukan,” katanya.

Kepala Bidang Pengembangan Pendidikan IPEKA, Theo Kurniadi, pihaknya akan selalu mendukung siswa yang berprestasi bukan saja untuk nama sekolah, tapi juga nama Indonesia. Menurutnya, kerja keras anak didik harus didukung dan diapresiasi untuk memajukan pengembangan diri siswa tersebut.

“Kalau ada siswa atau siswi yang menonjol dan ada kesempatan mengikuti kompetisi, guru-guru pasti memberikan dorongan, semangat, dukungan doa dan mental,” kata Theo.

Tahun ini IBO ke-26 ini dibuka dan ditutup secara resmi oleh Chairman IBO 2015, Prof. Erik Meineche Schmidt (Chief Consultant Departmen of Computer Science, Aarhus University). Semua kegiatan tes (praktikum dan teori) dilakukan di Aarhus University yang didukung oleh banyak staf akademik (Professor dan Doktor) yang umumnya masih muda.

Selain dari Aarhus University, Technical University of Denmark – DTU Kopenhagen juga turut berperan aktif terutama dalam menyiapkan dua topik tes praktikum yaitu Biologi Molekuler dan Biokimia.