Pemerintah bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR RI kembali membahas Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) tahun 2014. Dalam pembahasannya, DPR meminta pemerintah untuk merinci penanggulangan pembengkakan anggaran subsidi.

DPR meminta pemerintah untuk mempersiapkan kajian terkait kemungkinan perubahan pola pemberian subsidi saat ini dari produk menjadi kepada penerima. Jika ini dilakukan maka harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi akan mengalami kenaikan.

“Mungkin kita bisa diberi semua exercise termasuk kemungkinan perubahan pola subsidi dari produk ke orang, berapa penghematan yang bisa diperoleh,” ucap Ketua Banggar DPR RI Achmad Noor Supit dalam rapat kerja bersama pemerintah di DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (11/6) malam.

Achmad menyebut DPR bisa saja menyetujui perubahan pola subsidi. Namun, Achmad masih menunggu rincian dari pemerintah berapa penghematan bisa didapat.

“Kita bisa kasih keberpihakan itu kalau kita tahu. Ini keputusan politik. Kita coba berikan perubahan soal pola pemberian subsidi,” tukasnya.

Di tempat sama, Menteri Keuangan Chatib Basri mengaku akan segera menyiapkan kajian tersebut dalam rapat selanjutnya bersama Banggar dalam pembahasan RAPBNP 2014.

“Kalau begitu, kami akan segera siapkan. Kalau rapatnya bisa dilakukan lagi besok malam ini kami siapkan,” tutupnya.