EQUITYWORLD FUTURES – Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti mengingatkan Komisi III DPR agar tidak memilih calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi yang lemah. Menurut dia, hal ini penting jika DPR ingin menunjukkan dukungan atas upaya pemberantasan korupsi.

“Nanti kan pada akhirnya DPR yang akan memilih. Jangan sampai nanti DPR pilih yang terlemah dari calon yang telah diseleksi Pansel,” kata Mu’ti, seusai diskusi dan bedah buku ‘Fikih Kebhinekaan’, di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta Pusat, Kamis (20/8/2015) malam.

Proses seleksi calon pimpinan KPK hampir memasuki tahap terakhir. Sebanyak 19 calon Pimpinan KPK akan mengikuti tes kesehatan dan wawancara pada 24-26 Agustus 2015 mendatang. Setelah itu, Pansel akan menyodorkan delapan nama kepada Presiden Joko Widodo pada 31 Agustus 2015, sebelum akhirnya para calon menjalani fit and proper test di DPR.

Muhammadiyah, kata dia, memercayakan sepenuhnya proses seleksi calon Pimpinan KPK kepada Pansel untuk memilih calon yang terbaik. Mu’ti juga meminta agar publik berpartisipasi secara aktif dalam proses pemilihan tersebut. Salah satunya dengan memberikan masukan kepada Pansel mengenai informasi tentang para calon yang akan mengikuti tes tahap keempat.

“Masyarakat harus terlibat aktif memantau proses itu, melihat secara sangat kritis figur yang dicalonkan, juga memberikan masukkan. Karena masukkan itu harus menjadi bagian dari pertimbangan Pansel untuk menetapkan pilihan siapa yang paling layak melakukan pemberantasan korupsi dalam kurun waktu 4-5 tahun ke depan,” kata dia.