Jelang Lebaran, antusias masyarakat menukar uang receh cukup besar. Termasuk di ibu kota DKI Jakarta. Bank Indonesia (BI) mencatat, dalam dua pekan, realisasi penukaran uang receh mencapai Rp 14,1 miliar. Jumlah tersebut hanya yang dilakukan di lapangan IRTI Monas, Jakarta Pusat.

Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang, Lambok Siahaan menuturkan, tingginya antusias warga bisa dilihat dari realisasi penukaran uang per hari. Kemarin, Selasa (15/7), total uang yang ditukar mencapai Rp 4,1 miliar.

“Dari tanggal 1 Juli sampai saat ini jumlahnya Rp 14,1 miliar atau setara dengan penukar 5.550 orang yang padati Monas, itu hanya di wilayah Monas saja,” ujarnya di Monas, Jakarta, Rabu (16/7).

Dilihat secara nasional, total realisasi penukaran uang se-Indonesia sudah mencapai Rp 800 miliar hanya dalam waktu dua pekan. Sementara untuk penarikan uang untuk kebutuhan perbankan dalam negeri dari Bank Indonesia mencapai Rp 49,9 triliun.

“Penarikan dari BI sejumlah Rp 49,9 triliun, Tdak semua untuk penukaran ada yang bayar THR. Pecahan kecil sebanyak Rp 6,5 triliun. Pecahan besar Rp 43,3 triliun,” jelas dia.

BI membatasi penukaran uang maksimal Rp 3,7 juta per orang. Uang yang disiapkan BI cukup besar. Pecahan Rp 20.000 sebesar Rp 2 juta, pecahan Rp 10.000 dengan nilai total Rp 1 juta, pecahan Rp 5.000 senilai Rp 500.000 dan pecahan Rp 2.000 senilai Rp 200.000.