EQUITYWORLD FUTURES – Dua anggota Polisi berinisial CS dan TP berpangkat Brigadir yang bertugas di Polsek Patumbak terancam dipecat atau Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH). Keduanya diketahui menjadi pelaku perampokan warga Jalan Gaperta Medan, Susyanto (39).

Perampokan yang dilakukan dua polisi tersebut dilakukan saat malam tahun baru lalu. Perampokan yang menimpa Susyanto itu terjadi sekitar Pukul 02.30 WIB.

“Kedua tersangka itu diamankan personel Reskrim Polresta Medan usai menjalankan aksinya di rumah korban,” kata Kasi Propam Polresta Medan AKP Iskandar ketika dikonfirmasi wartawan melalui telepon selulernya, dikutip dari Antara, Selasa (6/10).

Iskandar mengatakan, kedua pelaku saat ini sudah diamankan. Keduanya masih menjalani pemeriksaan di Propam Polresta Medan.

“Kedua tersangka tersebut tercatat sebagai anggota polisi, dan masih terus diperiksa SI Propam Polresta Medan,” ujarnya.

Dia menyebutkan, tidak hanya dua polisi itu yang melakukan aksi, ada satu orang lagi yang melakukan perampokan terhadap Susyanto. Dia adalah mantan polisi berinisial HS. HS mantan polisi berpangkat terakhir Bripda dipecat dari kesatuannya saat bertugas di Pamobvit Polda Sumut karena terlibat kasus curanmor.

Ketiga tersangka itu masih menjalani proses hukum di Satuan Reskrim Polresta Medan karena terlibat perampokan dan penembakan terhadap korban Susyanto.

Iskandar menjelaskan, kedua tersangka polisi yang masih aktif bertugas itu, akan menjalani sidang kode etik setelah mendapat putusan hukum dari proses peradilan umum.

Jika pihak pengadilan sudah memutuskan hukuman pidana terhadap kedua tersangka, maka keduanya akan dijatuhi hukuman yang sesuai dengan tuntutan tersebut pada proses peradilan kode etik.

“Hukumannya beragam sesuai putusan di peradilan umum, bisa berupa mutasi, dan hingga dilakukan PDTH, jika hukuman mencapai 7 tahun ” kata Kasi Propam Polresta Medan.

Kasat Reskrim Polresta Medan Kompol Wahyu Bram Istanto mengatakan, akibat perbuatannya para tersangka dijerat pasal 365 (perampokan) dan pasal 368 (pemerasan) KUH Pidana.

“Tersangka dijerat pasal perampokan dan pemerasan, ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.” ujar Kompol Wahyu.