EQUITYWORLD FUTURES – Penyidik pidana khusus Kejaksaan Agung resmi mengeluarkan surat cekal terhadap Direktur Utama AP I Tommy Soetomo dan Direktur PT Scientek Computindo Hendra Liem. Keduanya dicekal setelah ditetapkan tersangka dalam kasus korupsi pengadaan lima unit mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) di lingkungan Bandara Angkasa Pura (AP) I senilai Rp 63 miliar.

“Kedua tersangka mulai hari ini sudah kita cekal,” kata Kasubdit Penyidikan Tindak Pidana Korupsi Kejaksaan Agung Sarjono Turin di Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin (24/11).

Turin berkilah kasus itu akan mentok dalam pejabat kelas bawah di Angkasa Pura (AP) I. Dia menegaskan, kasus itu takkan mandul ke pejabat tertinggi di AP I.

Menurutnya, usai berkas perkara kedua tersangka rampung, pihaknya akan mengembangkan penyidikan kepihak-pihak lain termasuk para jajaran direksi Angkasa Pura (AP) I.

“Kalau itu sudah rampung pemberkasan, baru dievaluasi hasil penyidikannya,” kata Turin.

Diketahui, Direktur Utama AP I Tommy Soetomo dan Direktur PT Scientek Computindo Hendra Liem ditetapkan sebagai tersangka sejak 16 Juli 2014. Keduanya bermain proyek dalam pengadaan lima unit mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) di lingkungan Bandara Angkasa Pura (AP) I senilai Rp 63 miliar.

Lima unit Damkar yang bermasalah ini rencananya akan ditempatkan di Bandara Yogyakarta, Semarang, Solo, Makassar dan Manado. Namun selama lima bulan lamanya tersangka Tommy tidak langsung dilakukan penyidikan dan pemeriksaan dan belum juga ditahan. Bahkan Dirut AP I Tommy Soetomo belum diperiksa oleh penyidik.

Dalam kasus ini, Hendra Liem diduga kuat melakukan pemalsuan dokumen dalam mengurus impor lima unit Damkar tersebut. PT Scientek Computindo sebagai pelaksana pengadaan memakai jasa pihak ketiga khususnya untuk memperoleh dokumen Pemberitaan Impor Barang. Salah satunya lewat PT Merah Delima.