EQUITYWORD FUTURES – Hanya berselang seminggu setelah resmi dijual di pasar pada Jumat (25/9/2015) lalu, iPhone 6s dan iPhone 6s Plus sudah terlihat di situs resmi permohonan sertifikasi Ditjen Postel.

Ketika dikunjungi oleh KompasTekno, Selasa (29/9/2015), laman balai pengujian ini memperlihatkan model iPhone 6s dan iPhone 6s Plus dengan nomor model A1687 dan A1688 telah diajukan untuk mendapatkan sertifikasi dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

Berdasarkan keterangan yang dikutip dari situs resmi Apple, nomor model A1687 mengacu kepada iPhone 6s Plus. Sementara, model A1688 mengacu kepada seri iPhone 6s.

Adapun pihak yang mengajukan kedua perangkat tersebut untuk proses sertifikasi adalah PT Apple Indonesia.

Proses sertifikasi itu sendiri terlihat sudah mencapai status “SP3, Balai Uji” per tanggal 15 September yang lalu. Kemenkominfo sendiri melakukan pengujian perangkat-perangkat berbasis di radio di lembaga balai uji yang terletak di daerah Bekasi Barat.

sertifikasi.postel.go.id Sertifikasi sudah mencapai SP3, Balai Uji

Selain iPhone 6s dan iPhone 6s Plus, laman permohonan sertifikat Dirjen Postel juga memperlihatkan permohonan Apple TV dengan nomor model A1625, dua model iPad (nomor A1550 dan A1538), dan Apple Watch Demo.

Kedua nomor model iPad tersebut, saat kembali dicek di situs resmi Apple, mengacu pada iPad mini generasi terbaru, yakni iPad mini 4.

Sebelum resmi dijual di pasar Indonesia, ponsel atau gadget manapun yang berbasiskan radio harus diuji terlebih dahulu oleh Ditjen Postel. Meski proses pengujian sudah selesai, sertifikasi tersebut tidak menjamin sebuah perangkat akan langsung beredar di pasar.

iPhone 6s sendiri dibanderol dengan harga mulai dari 649 dollar AS (sekitar Rp 9,2 juta) hingga 849 dollar AS (sekitar Rp 12,1 juta) di pasar AS.

Sementara itu, iPhone 6s Plus dijual dari harga 749 dollar AS (sekitar Rp 10,7 juta) hingga 949 dollar AS (sekitar Rp 13,5 juta). Belum diketahui berapa harga dari kedua model itu di Indonesia.