Garuda Indonesia memutuskan penundaan pembukaan rute Manila, Filipina dan Mumbai, India. Keputusan ini dilandasi tengah anjloknya iklim usaha penerbangan nasional.

Direktur Pemasaran dan Penjualan Garuda Indonesia, Erik Meijer, mengatakan kondisi makro ekonomi nasional yang tengah tertekan turut mempengaruhi kondisi maskapai penerbangan.

“Diperkirakan butuh dua tahun untuk mengembalikan untung,” katanya saat ditemui di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Jumat (5/9).

Erik menambahkan pembukaan rute lainnya yang masih terkendala ialah Denpasar-Dili-Darwin. Rute yang seharusnya dibuka pada Oktober nanti hingga saat ini masih harus menunggu izin dari pihak Australia.

“Dili bulan Oktober, rute Denpasar-Dili-Darwin menghubungkan tiga negara, izin belum keluar dari pemerintah Australia,” ujarnya.