PT. EQUITYWORLD FUTURES – Emas berjangka berakhir di 3 1/2-bulan terendah karena dolar terus melenturkan otot terhadap saingan terkemuka, khususnya pound, memangkas permintaan untuk komoditas dalam mata uang AS.

Logam kuning ini lebih stabil dari logam perak menyelesaikan sesi dengan kerugian lebih dari 5%.

Emas Desember turun $ 43, atau 3,3%, untuk menetap di $ 1,269.70 per ons. Level terendah untuk kontrak teraktif sejak 23 Juni, menurut data dari FactSet. Equity world Futures Tanggal dimana warga Inggris memberikan suara mereka terkait apakah akan tetap atau meninggalkan Uni Eropa. Minyak berjangka juga melihat satu hari persentase kerugian terbesar sejak Desember 2013.

EQUITYWORLD FUTURES Harga emas dunia berakhir mendekati level terendahnya dalam tujuh bulan terakhir tadi malam (10/9). Data Reuters menunjukkan, harga kontrak emas untuk pengantaran Desember turun US$ 3,20 menjadi US$ 1.245,30 per troy ounce pada akhir transaksi perdagangan.

Harga emas berakhir di level terendah 7 bulan

Sementara, harga emas di pasar spot bertengger di posisi terendahnya sejak awal Juni lalu di posisi US$ 1.246,56 per troy ounce.

Harga emas tersebut hanya berjarak US$ 10 dengan posisi terendah emas sejak Februari, yakni US$ 1.240,69 per troy ounce.

Penurunan harga emas dipicu oleh kecemasan bahwa data ekonomi AS yang semakin membaik dapat memacu bank sentral untuk menaikkan suku bunga acuan lebih cepat dari prediksi semula.

Selain itu, “Penguatan dollar AS juga diprediksi akan memberikan dampak lebih jauh terhadap emas dan komoditas lain,” ujar Mark To, head of research Wing Fung Financial Group.

“Support harga emas saat ini berada di level US$ 1.240. Namun, posisi ini bisa terus tertekan dan melorot ke level US$ 1.200,” paparnya.

 

Sumber: MarketWatch