EQUITYWORLD FUTURES – Pengamat politik dari Universitas Gajah Mada, Arie Sudjito mempertanyakan alasan yang disampaikan anggota Badan Legislasi DPR Muslim Ayub terkait kinerja anggota DPR yang tak mengesahkan satu pun produk legislasi pada masa sidang IV periode 2014-2015. Ayub menjadikan Ramadhan sebagai alasan tak bisa bekerja maksimal.

“Itu nalarnya sudah kacau. Wong dirinya enggak berprestasi, kok nyalahin Ramadhan,” kata Arie, saat dihubungi, Rabu (8/7/2015).

Menurut Arie, setiap anggota DPR seharusnya memiliki perencanaan yang matang terhadap agenda kerja parlemen. Ramadhan tak bisa dijadikan alasan atas tak maksimalnya kinerja anggota Dewan.

“Seharusnya bisa diprediksi, disusun perencanaan kerja untuk menghadapi situasi seperti ini (Ramadhan). Ini jelas soal kinerja, bulan suci itu tiap tahun ada kok,” kata Arie.

Sebelumnya, Muslim Ayub mengatakan, Ramadhan menjadi salah satu hambatan bagi anggota dewan untuk menyelesaikan sejumlah RUU yang masuk prolegnas prioritas 2015. Dampaknya, tak satu pun UU yang disahkan pada masa sidang kali ini.

“Puasa ini tidak maksimal untuk melakukan kegiatan,” kata Ayub di Kompleks Parlemen, Selasa (7/7/2015).

Selain itu, ia mengatakan, tidak sedikit anggota Dewan yang rangkap jabatan. Hal tersebut menyebabkan mereka sering kali berhadapan dengan jadwal yang bersamaan.

“Seperti saya di Baleg, juga di Banggar (Badan Anggaran), dan Komisi III. Kadang kita bahas itu bertepatan dengan jadwal lainnya, tetapi kita yakin puasa ini tidak maksimal,” ujarnya.

Setidaknya, ada 39 RUU yang masuk ke dalam prolegnas prioritas 2015. Namun, dari jumlah itu baru dua UU yang selesai dibahas, yaitu UU Pilkada dan UU Pemda.