EQUITYWORLD FUTURES – Pemerintah Brasil memutuskan untuk membekukan dana sebesar 19,5 juta real atau setara Rp 79 miliar milik Facebook. Pembekuan dilakukan karena WhatsApp, anak usaha milik raksasa media sosial itu, menolak bekerja sama dengan pemerintah soal kasus obat terlarang.

Kepolisian Federal Brasil menyebutkan bahwa WhatsApp telah berulang kali menerima perintah untuk menyerahkan data berisi percakapan yang dikirimkan ke nomor milik komplotan tertentu. Tujuannya untuk menemukan bukti bahwa komplotan tersebut merupakan bagian dari jejaring kokain internasional.

EQUITYWORLD FUTURES : Tanpa adanya data percakapan milik WhatsApp, polisi kesulitan, bahkan hampir mustahil membuktikan keterkaitan dengan komplotan internasional.

Penyelidikan untuk kasus ini sudah berlangsung sejak Januari dan diduga, komplotan di Brasil itu memiliki hubungan dengan komplotan lain di Bolivia, Paraguay, dan Spanyol.

Baca: Tolak Serahkan Data, WhatsApp Diblokir

Sebagaimana dilansir KompasTekno dari Reuters, Senin (4/7/2016), pembekuan dana tersebut diputuskan oleh seorang hakim dari negara bagian Parana, setelah lebih dari lima bulan terjadi penolakan dari WhatsApp.

Perusahaan aplikasi pesan instan tersebut tidak memiliki rekening bank di Brasil. Oleh karena itu, rekening milik induk usahanya, Facebook, yang dibekukan.

Total dana yang dibekukan setara dengan akumulasi denda yang mesti dibayarkan sebuah perusahaan jika menolak bekerja sama menyelesaikan kasus narkoba.

Satu hal yang menarik dari kasus ini, Brasil sama sekali tidak melakukan pemblokiran. Padahal aturan mengenai internet di negara tersebut membolehkan pengadilan memblokir WhatsApp karena alasan tidak mematuhi permintaan bekerja sama dari pengadilan.

Sebelumnya, memang sempat ada kasus serupa yang berujung pada perintah pemblokiran WhatsApp selama 72 jam. Hasilnya tak menyenangkan, karena justru ratusan juta pengguna yang marah dan meminta pemerintah membuka blokir tersebut.

Baca: WhatsApp Diblokir, Zuckerberg Minta Tolong

WhatsApp sendiri telah mengatakan pada pemerintah Brasil bahwa mereka tidak menyimpan pesan apapun yang dikirim atau diterima penggunanya. Mereka juga berasalan tidak bisa membaca pesan tersebut karena memasang enkripsi khusus. – Equity world Futures