EQUITYWORLD FUTURES – Minyak hentikan kenaikan dekati harga penutupan tertinggi dalam lima minggu terakhir seiring data industri menunjukkan stok bensin AS diperluas, menjaga persediaan pada tingkat musiman tertinggi dalam lebih dari dua dekade.

Kontrak sedikit berubah di New York, setelah menguat 12 % dalam empat sesi sebelumnya setelah Arab Saudi mengatakan mereka bersiap untuk bertindak untuk menstabilkan pasar. Persediaan AS dari bahan bakar meningkat 2,18 juta barel pada pekan lalu, menurut laporan dari American Petroleum Institute, Selasa. Itu berbeda dengan survei Bloomberg yang menunjukkan persediaan bensin menurun. Pemerintah akan merilis datannya hari Rabu.

Harga minyak telah melonjak lebih dari 17 % sejak penutupan di bawah $ 40 per barel dan jatuh ke pasar bearish pada awal bulan ini. Menteri Energi Rusia Alexander Novak mengatakan pekan lalu bahwa bangsa tersebut terbuka untuk bekerja sama guna menstabilkan pasar setelah Menteri Energi Saudi Khalid Al-Falih mengatakan pembicaraan informal bulan depan dapat mengarah pada tindakan. Sebuah kesepakatan untuk pembekuan output pertama kali diusulkan pada bulan Februari tetapi pertemuan pada bulan April berakhir tanpa kesepakatan akhir.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September diperdagangkan turun 5 sen berada pada level $ 46,53 per barel di New York Mercantile Exchange pada pukul 12:44 siang waktu London. Kontrak tersebut naik 1,8 % ke level $ 46,58 hari Selasa, ditutup pada level tertinggi sejak 12 Juli lalu. Jumlah volume perdagangan hari Rabu sebesar 2 % di atas 100-hari rata-rata.

Brent untuk pengiriman Oktober merosot 0,3 % ke level $ 49,09 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Kontrak menguat 1,8 % menjadi ditutup pada level $ 49,23 pada Selasa, juga membatasi kenaikan 12 % selama empat sesi. Minyak mentah acuan global diperdagangkan pada premium dari $ 1,96 untuk WTI pada bulan Oktober.