EQUITYWORLD FUTURES – Pasca-meledaknya roket Falcon 9 yg mengambil satelit AMOS-6 milik Fb, teori konspirasi juga merebak. Salah satunya, ledakan disebabkan oleh benda terbang tidak dikenal atau unidentified flying object (UFO).

Teori ini didukung dgn kenyataan berupa rekaman ledakan roket yg disebarkan di YouTube. Dalam video yg dimaksud, proses ledakan diubah jadi kegiatan lambat (tenang motion) maka memperlihatkan segala unsur yg ada di sekelilingnya.

Dilansir dari Daily Star, Jumat (8/9/2016), dalam video gerak lambat itu tampak ada satu buah obyek berwarna hitam melayang dari sudut kanan ke kiri waktu roket meledak, setelah itu konsisten bergerak menghilang dari sisi pandang.

Faktor yg setelah itu jadi basic teori konspirasi ini yakni obyek tidak teridentifikasi itu melayang di dekat roket, selanjutnya berjalan ledakan.

EQUITYWORLD FUTURES  Momen tersebut mampu disaksikan lewat video dibawah ini.

Roket Falcon 9 milik SpaceX meledak disaat laksanakan uji mencoba static fire (menyalakan pendorong tidak dengan meluncur). Uji cobalah dilakukan kepada Kamis (1/9/2016) disaat setempat, di Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat (AS).

Sampai dikala ini, tidak ada penjelasan apa serta berkenaan obyek tersebut. Disaat menonton video ori, tidak dengan perlambatan gerak, obyek hitam tersebut tampak bergerak demikian langsung, bahkan nyaris tidak tertangkap pandangan mata.

Menurut perkiraan berdasarkan teori yg beredar, obyek ini berupa UFO, drone, atau sarana lain yg berdiameter sekitar satu meter & melaju bersama kecepatan kisaran 4.828 km per jam.

EQUITYWORLD FUTURES: Dugaan sementara, ledakan berlangsung akibat anomali kepada launch pad atau bangunan penopang peluncuran roket.

Ledakan ini serta menyebabkan hancurnya satelit AMOS-6 yg diusung roket. Satelit itu rencananya bakal digunakan utk memancarkan sinyal internet free oleh Fb.

Satelit AMOS-6 dibangun oleh perusahaan aeronautika Israel, Space Communication, bersama nilai lebih kurang 195 juta dolar AS atau seputar Rupiah 2,5 triliun. Fb dgn Eutelsat mempunyai kontrak penggunaan & pengelolaan satelit tersebut tatkala lima th.