Equityworld Futures Semarang – Saham-saham emiten tambang emas di Bursa Efek Indonesia (BEI) menguat pada penutupan perdagangan sesi I, Rabu ini (22/7/2020). Saham dengan penguatan harga paling kencang yakni emiten tambang emas PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB).

Equityworld Futures Semarang : Emas Mau Tembus Rp 1 Juta/gram, Saham Emiten Emas Meroket !

Data BEI mencatat, saham PSAB meroket 28,96% di level Rp 236/saham dengan nilai transaksi Rp 75,07 miliar dengan volume perdagangan 332,98 juta saham.

Berikutnya saham PT Wilton Makmur Indonesia Tbk (SQMI) atau dulu bernama Renuka Coalindo naik 8,20% di level Rp 198/saham.

Saham tambang emas BUMN, PT Antam Tbk (ANTM) juga menguat tapi tipis 2,19% di level Rp 700/saham. Sementara saham emiten perdagangan emas PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) stagnan di level Rp 236/saham.

Saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) milik Grup Saratoga naik tipis 1,86% di posisi Rp 1.640/saham.

Permintaan yang tinggi untuk logam emas menjadi salah satu faktor dalam kinerja saham-saham emas, baik merupakan penambang maupun sebagai trader.

kunjungi
PT. Equityworld Futures | Perusahaan Investasi Berjangka

“Prospek harga emas tetap positif untuk jangka menengah dengan ketidakpastian ekonomi yang tinggi dan pemerintah global dan neraca bank sentral yang meningkat secara besar-besaran.” kata Tai Wong, kepala perdagangan derivatif logam dasar dan logam mulia di BMO. Penguatan harga emas dunia dipicu oleh masifnya aksi jual di pasar saham global di tengah kekhawatiran hantaman ekonomi akibat pandemi virus corona.

Pada perdagangan Rabu ini, harga emas dunia tembus rekor tertingginya lagi. Senada dengan survei yang dilakukan terhadap pelaku pasar pekan lalu yang bullish terhadap emas, kini logam mulia tersebut bergerak semakin dekat ke US$ 1.900/troy ons.

Pada 09.25 WIB, Rabu ini (22/7) harga emas dunia di pasar spot naik 0,86% ke US$ 1.857/troy ons. Semalam harga emas melesat 1,5% ke US$ 1.842/troy ons. Kini harga emas sedang berada di level tertingginya dalam 9 tahun.

Kenaikan harga emas yang signifikan didorong oleh aksi jual dolar dan ekspektasi akan adanya peningkatan stimulus untuk membantu pemulihan ekonomi yang dilanda pandemi.

“Dolar AS telah turun karena dunia terlihat sedikit lebih baik,” kata Bart Melek, kepala strategi komoditas di TD Securities.

news edited by Equityworld Futures Semarang