Equityworld Futures Semarang – Harga emas dunia melemah pada perdagangan Selasa (11/2/2020) setelah membukukan penguatan dalam 4 hari beruntun.

Equityworld Futures Semarang : Harga Emas Diprediksi Naik 12%, Siap-siap Menuju US$ 2.080/oz

Pada pukul 15:08 WIB, emas diperdagangkan di level US$ 1.565,8/troy ons, melemah 0,39% di pasar spot, melansir data Refinitiv. Sementara dalam 4 hari sebelumnya, emas total menguat 1,26%.

Mayoritas bursa saham Asia yang menguat pada hari ini membuat harga emas diterpa aksi ambil untung (profit taking) setelah membukukan kenaikan empat hari beruntun. Ketika bursa saham menguat, artinya sentimen pelaku pasar sedang membaik meski masih berhati-hati menilai dampak virus corona terhadap perekonomian global, khususnya China yang menjadi asal virus corona.

Berdasarkan data dari ArcGis, total korban meninggal akibat virus corona kini menjadi 1.016 orang, dan telah menjangkiti lebih dari 43.000 orang di berbagi negara.

kunjungi
PT. Equityworld Futures | Perusahaan Investasi Berjangka

Hasil riset S&P menunjukkan pertumbuhan ekonomi China bisa terpangkas 1,2% akibat virus corona. Kala ekonomi China melambat, negara-negara lain tentunya juga akan terseret, sebabnya Negeri Tiongkok merupakan negara dengan nilai perekonomian terbesar kedua di dunia setelah AS.

Meski sedang melemah, harga emas dunia diprediksi akan naik dua dijit persentase di tahun ini oleh London Bullion Market Association (LBMA).

Dalam survei tahunan LBMA yang dirilis 3 Februari lalu, hasil survei terhadap 30 analis menunjukkan rata-rata harga emas di tahun ini diprediksi di level US$ 1.558,8/troy ons, naik 11,9% dibandingkan rata-rata actual tahun 2019 sebesar US$ 1.392,6/troy ons.

James Stell analis dari HSBC, yang disuervei LBMA memprediksi rata-rata harga emas berada di US$ 1.613/troy ons, dengan level terendah di US$ 1.475 dan tertinggi di US$ 1.705/troy ons. Harry Tchilinguirian dari BNP Paribas memprediksi rata-rata emas di level US$ 1.520/troy ons, dengan level terendah US$ 1.425 dan tertinggi US$ 1.680/troy ons.

news edited by Equityworld Futures Semarang