Equityworld Futures Semarang – Harga emas dunia melesat pada perdagangan Selasa (21/7/2020) malam,  semakin mendekati rekor tertinggi sepanjang masa yang dicetak pada September 2011 lalu . Emas sekali lagi menunjukkan pergerakan searah dengan indeks saham global. Padahal, emas dan saham merupakan aset yang berlawan, emas merupakan aset aman (safe haven) dan saham dianggap sebagai aset berisiko.

Equityworld Futures Semarang : Kian Malam Kian Panas! Emas Terbang ke US$ 1.841/Troy Ons

Emas sempat melesat 1,78% ke US$ 1.841,01/troy ons malam ini, sebelum terpangkas dan berada di level US$ 1.837,30/troy ons atau menguat 1,57% pada pukul 19:50 WIB di pasar spot, melansir data Refinitiv.

Pergerakan seirama 2 aset yang berlawan ini dikatakan akibat stimulus moneter yang digelontorkan bank sentral dunia guna meredam dampak pandemi penyakit virus corona (Covid-19).

Melansir Kitco News, Hans Albrecht, manager portofolio di Horizons ETF, mengatakan kebijakan stimulus moneter melalui program pembelian aset (quantitative easing/QE) dikatakan menjadi pemicu penguatan bursa saham, tetapi di sisi lain kebijakan tersebut menimbulkan risiko kenaikan inflasi dan penurunan nilai mata uang. Dua hal yang disebutkan terakhir tersebut menjadi pemicu investor memburu emas.

Albrecht memprediksi, harga emas akan mencapai US$ 2.000/troy ons di akhir tahun ini. Artinya emas akan mencetak sejarah baru, melesat ke rekor tertinggi sepanjang masa US$ 1.920/troy ons yang dicapai pada 6 September 2011 lalu.

“Dalam pandangan saya, harga emas punya peluang yang besar menuju US$ 2.000/troy ons di akhir tahun nanti, dan tahun depan akan jauh lebih tinggi” kata Albrecht sebagaimana dilansir Kitco News.

kunjungi
PT. Equityworld Futures | Perusahaan Investasi Berjangka

Jika dilihat dari level tertinggi hari ini US$ 1.841/troy ons, emas berjarak sekitar US$ 80 atau sekitar 4,3% dari rekor tertinggi sepanjang masa. Sehingga peluang emas mencapai US$ 2.000 di akhir tahun nanti semakin besar.

Selain stimulus moneter, pemerintah di berbagai negara juga menggelontorkan stimulus fiskal yang juga dapat memicu kenaikan inflasi.

Terbaru, para petinggi Uni Eropa para petinggi 27 negara Eropa sepakat menggelontorkan stimulus senilai 750 miliar euro untuk pemulihan ekonomi Eropa. Dengan demikian, dana yang digelontorkan guna memulihkan perekonomian yang merosot ke jurang resesi akibat Covid-19 semakin besar.

Para analis memang ramai-ramai memprediksi harga emas akan mencetak rekor tertinggi sepanjang masa bahkan jauh lebih tinggi lagi.

Dalam catatan yang dikutip CNBC International pertengahan Juni lalu, bank investasi ternama, Goldman Sachs memprediksi harga emas akan mencapai US$ 1.800/troy ons dalam 3 bulan ke depan, US$ 1.900/troy ons 6 bulan ke depan, dan US$ 2.000/troy ons dalam 12 bulan ke depan.

Sementara itu Ole Hansen, Kepala Ahli Strategi Komoditas di Saxo Bank, memprediksi emas akan mencetak rekor tertinggi pada tahun depan, dan jangka panjang emas akan mencapai US$ 4.000/troy ons.

Ramalan paling ekstrim datang dari Dan Olivier, pendiri Myrmikan Capita, yang memprediksi emas akan mencapai US$ 10.000/troy ons.

“The Fed (bank sentral AS), seperti yang ada ketahui, melakukan aksi pembelian aset uang masif akibat situasi yang disebabkan virus corona, oleh karena itu harga ekuilibrium emas juga naik dengan sepadan, harga emas yang seimbang dengan balance sheet The Fed kini sangat tinggi,” kata Olivier, sebagaimana dilansir Kitco.

Nilai aset yang dibeli The Fed bisa dilihat dari Balance Sheet. Semakin banyak jumlah aset yang dibeli, maka Balance Sheet The Fed akan semakin besar.
Pada periode 2008-2014 saat The Fed melakukan QE untuk guna memacu perekonomian akibat krisis finansial, nilai Balance Sheet The Fed mencapai US$ 4,5 triliun.

Kini, kebijakan yang sama diterapkan oleh The Fed, sang ketua Jerome Powell bahkan mengatakan akan melakukan QE berapa pun nilainya selama diperlukan oleh perekonomian. Saat ini, Balance Sheet The Fed sudah mencapai US$ 7,14 triliun, dan kemungkinan masih akan terus meningkat.

“Perkiraan saya sudah berubah, saya sekarang melihat harga emas bisa ke US$ 10.000/troy ons,” tambahnya.

Sayangnya, Olivier tidak menyebutkan dalam rentang waktu berada lama emas akan mencapai level US$ 10.000/troy ons.

news edited by Equityworld Futures Semarang